:strip_icc()/kly-media-production/medias/4737840/original/013202000_1707367579-1615382428.jpg)
Malam Isra Mikraj, yang akan jatuh pada Kamis malam, 15 Januari, hingga Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah, merupakan salah satu momen paling agung dalam sejarah Islam. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem (Isra), dilanjutkan dengan kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh (Mikraj) dalam satu malam.
Isra Mikraj bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah SWT dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan inilah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu sehari semalam yang menjadi tiang agama bagi umat Islam. Peristiwa ini juga menjadi penghibur bagi Nabi setelah ditinggal wafat oleh istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, yang dikenal sebagai 'Aam al-Huzn' (Tahun Kesedihan).
Untuk meraih rahmat dan keberkahan di malam istimewa ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh dan doa. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Sholat Sunnah Lailatul Mi'raj: Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan anjuran sholat sunnah Lailatul Mi'raj sebanyak 12 rakaat dengan enam kali salam (setiap dua rakaat satu salam), yang dapat dikerjakan setelah sholat Maghrib atau setelah sholat Isya. Pada setiap rakaat, setelah membaca Surat Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas satu kali. Setelah salam, dapat dilanjutkan dengan membaca dzikir seperti Tasbih, Tahmid, dan Tahlil sebanyak 100 kali. Namun, perlu diingat bahwa beberapa ulama, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, berpendapat bahwa sholat khusus malam 27 Rajab tidak disyariatkan berdasarkan hadis sahih dan dianggap bid'ah oleh sebagian ahli. Kendati demikian, menghidupkan malam ini dengan sholat sunnah mutlak atau sholat malam biasa tetap dianjurkan.
2. Memperbanyak Dzikir: Malam Isra Mikraj adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, termasuk wirid, istighfar, dan sholawat. Salah satu dzikir yang dianjurkan adalah "La haula walaa quwwata illa billah".
3. Memperbanyak Istighfar: Bulan Rajab dikenal sebagai bulan istighfar. Umat Muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, termasuk Sayyidul Istighfar, pada malam ini. Salah satu bacaan istighfar khusus bulan Rajab adalah "Rabbighfirlii warhamnii watub 'alayya".
4. Berdoa: Memperbanyak doa dan bermunajat kepada Allah SWT adalah amalan utama. Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi'i dalam kitabnya Nuzhatul Majalis wa Muntakhabun Nafaiz menyebutkan sebuah doa khusus yang jika dibaca dan diikuti dengan penyebutan hajat kepada Allah, niscaya akan dikabulkan. Doa tersebut berbunyi: "Allāhumma innī as'aluka bi musyāhadati asrāril muhibbīn, wa bil khalwatil latī khashshashta bihā sayyidal mursalīn hīna asraita bihī lailatas sābi'i wal 'isyrīn an tarhama qalbiyal hazīna wa tujība da'watī yā akramal akramīn". Artinya: "Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia orang-orang pecinta, dan dengan berkhalwatnya orang yang Engkau khususkan dengan kemuliaan para rasul ketika Engkau perjalankan dia pada malam 27 Rajab, aku memohon agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Paling Dermawan dari yang dermawan." Doa umum untuk bulan Rajab juga dapat dibaca: "Allahumma baarik lanaa fii rojaba wa sya'banaa wa ballighnaa romadhonaa". Ada pula doa memohon kesucian lisan, hati, amal, dan penglihatan.
5. Membaca Al-Qur'an: Membaca Surat Yasin adalah salah satu amalan yang disebutkan. Selain itu, membaca surat-surat pendek seperti Al-Fatihah (tujuh kali), Al-Falaq dan An-Nas (tujuh kali), Al-Ikhlas dan Al-Kafirun (tujuh kali), serta Surat Al-Qadar dan Ayat Kursi (tujuh kali) juga dapat dilakukan.
6. Puasa Sunnah Rajab: Menjalankan puasa sunnah di bulan Rajab, termasuk menjelang Isra Mikraj, juga sangat dianjurkan.
7. Sedekah: Memberikan sedekah pada malam Isra Mikraj juga tergolong amalan saleh yang mendatangkan pahala berlimpah.
Malam Isra Mikraj adalah kesempatan emas bagi umat Muslim untuk merenungi kebesaran Allah SWT, meneladani ketaatan Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan kualitas ibadah dan keimanan. Dengan memperbanyak amalan dan doa, diharapkan umat Muslim dapat meraih rahmat dan keberkahan yang melimpah dari Allah SWT di malam yang istimewa ini.