Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

10 Jurusan UI Terpopuler SNBP: Temukan Pilihan Impianmu!

2026-01-10 | 15:39 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T08:39:18Z
Ruang Iklan

10 Jurusan UI Terpopuler SNBP: Temukan Pilihan Impianmu!

Persaingan ketat mewarnai Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Universitas Indonesia (UI) tahun 2024, dengan 10 program studi (prodi) mencatat jumlah peminat tertinggi, di mana Pendidikan Dokter dan Ilmu Hukum menjadi primadona masing-masing di rumpun Sains, Teknologi, dan Kesehatan (Saintek) serta Sosial Humaniora (Soshum). Dari total 27.754 pendaftar jalur SNBP UI pada 2024, hanya 2.105 calon mahasiswa yang berhasil lolos, menunjukkan rasio penerimaan yang sangat selektif. Data ini mencerminkan tren konsisten dari tahun sebelumnya dan menggarisbawahi tantangan bagi calon mahasiswa yang mengincar kursi di perguruan tinggi terkemuka.

Pada SNBP 2024, Pendidikan Dokter memuncaki daftar prodi Saintek terfavorit dengan 1.720 peminat untuk 55 kursi daya tampung, menghasilkan rasio kompetisi sekitar 31:1. Sementara itu, Ilmu Hukum menjadi prodi Soshum paling diminati dengan 1.634 pendaftar memperebutkan 114 kursi, dengan rasio 14:1. Jurusan lain yang masuk dalam 10 teratas antara lain Manajemen dengan 1.545 peminat (daya tampung 71), Akuntansi dengan 1.368 peminat (daya tampung 65), dan Ilmu Psikologi dengan 1.274 peminat (daya tampung 66). Disusul kemudian Ilmu Komputer (1.133 peminat, 48 kursi), Ilmu Komunikasi (1.009 peminat, 32 kursi), Sistem Informasi (926 peminat, 48 kursi), Ilmu Hubungan Internasional (675 peminat, 12 kursi), dan Teknik Industri (659 peminat, 53 kursi). Rasio kompetisi untuk Ilmu Hubungan Internasional mencapai angka tertinggi, yakni 56 calon berebut satu kursi.

SNBP, yang sebelumnya dikenal sebagai SNMPTN, adalah jalur masuk perguruan tinggi negeri yang menggunakan nilai rapor dan portofolio prestasi sebagai kriteria utama seleksi, tanpa ujian tulis. Proses seleksi ini dimulai dengan pemeringkatan siswa eligible oleh pihak sekolah, menekankan pentingnya konsistensi nilai akademik sepanjang jenjang pendidikan menengah. Rektor UI, Heri Hermansyah, pada kesempatan berbeda, menyampaikan bahwa keketatan masuk UI sangat tinggi, mengingat hanya sekitar 70 juta dari 286 juta penduduk Indonesia yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, dan UI berhasil mempertahankan posisinya sebagai universitas terbaik di Indonesia, bahkan menempati peringkat ke-189 di dunia pada tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa memilih jurusan di UI melalui SNBP adalah perjuangan yang signifikan.

Popularitas jurusan-jurusan tersebut tidak lepas dari persepsi masyarakat akan prospek karier yang menjanjikan di masa depan. Pendidikan Dokter, misalnya, secara historis selalu menjadi pilihan utama karena kebutuhan abadi akan tenaga medis dan stabilitas profesinya. Demikian pula, Ilmu Hukum tetap diminati seiring dengan kompleksitas regulasi dan kebutuhan akan ahli hukum di berbagai sektor. Sementara itu, dominasi program studi seperti Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Manajemen, dan Akuntansi mencerminkan pergeseran kebutuhan pasar kerja yang sangat bergantung pada teknologi digital, data, dan keahlian manajerial.

Analisis tren dunia kerja tahun 2025 menunjukkan bahwa jurusan-jurusan seperti Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, Teknik Industri, serta Kesehatan dan Bioteknologi akan sangat dicari. Lulusan Teknik Informatika dibutuhkan sebagai software engineer, programmer, developer, dan data analyst, sementara lulusan Ilmu Komputer relevan di era serba digital. Manajemen dan Akuntansi juga mempertahankan posisi favorit karena dunia kerja selalu membutuhkan pemimpin dan ahli keuangan. Namun, tingginya minat pada prodi tertentu juga berarti persaingan yang lebih sengit, menuntut calon mahasiswa untuk tidak hanya memiliki nilai akademik tinggi tetapi juga strategi pemilihan jurusan yang cermat.

Ke depan, stabilitas minat terhadap jurusan-jurusan ini kemungkinan akan terus berlanjut, didorong oleh fundamental kebutuhan sektor kesehatan, hukum, dan ekonomi yang terus berkembang, serta akselerasi transformasi digital. Namun, calon mahasiswa perlu mencermati bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari popularitas jurusan, tetapi juga dari relevansi kurikulum dengan perkembangan industri, kemampuan adaptasi, dan penguasaan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0. Konsistensi nilai rapor, prestasi non-akademik, serta pemilihan jurusan yang selaras dengan minat dan bakat tetap menjadi kunci dalam menavigasi jalur SNBP yang kompetitif ini.