
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja spesifik dan pelestarian warisan budaya. Dalam kerangka ini, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia telah menghadirkan program studi unik yang jauh dari jalur konvensional, menawarkan keahlian khusus di bidang seperti pengobatan tradisional dan seni batik, serta merespons dinamika industri dan tantangan keberlanjutan. Revitalisasi pendidikan vokasi, yang dicanangkan melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri untuk menghasilkan lulusan kompeten dan adaptif di era digital.
Keberadaan jurusan-jurusan khusus ini merefleksikan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Indonesia yang belum sepenuhnya tergarap. Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta, misalnya, menjadi satu-satunya institusi formal yang menyelenggarakan Jurusan Jamu di Indonesia. Program studi yang berawal dari gagasan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2011 ini, bertujuan melestarikan pengobatan herbal tradisional dan mencetak tenaga ahli di bidang kesehatan tradisional. Lulusan program D3 ini dipersiapkan menjadi ahli madya yang mampu meracik formulasi jamu untuk kesehatan, kebugaran, dan kecantikan, dengan peluang karir di industri jamu, klinik kecantikan, hingga praktik mandiri. Indarto, S.Pd, M.Kes, Kepala Jurusan Jamu Poltekkes Surakarta pada tahun 2021, menegaskan, "Jamu adalah budaya Indonesia yang harus kita pelihara dari waktu ke waktu. Dengan adanya jurusan jamu di Poltekkes Surakarta ini semoga dapat mengembangkan dan mengenalkan jamu kepada masyarakat." Sektor industri obat tradisional di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 6% pada tahun 2019 dan menyerap sekitar tiga juta tenaga kerja. Permintaan produk obat tradisional untuk memelihara daya tahan tubuh bahkan meningkat 131,14% pada tahun 2020 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan industri sebesar 6,59% pada 2025 dan 7,59% pada 2029.
Sementara itu, Universitas Pekalongan (Unikal) memelopori Jurusan Teknologi Batik, program studi yang disebut-sebut unik dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Didirikan pada tahun 2011 setelah batik diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2009, jurusan ini membekali mahasiswa dengan pengetahuan mendalam mengenai sejarah, filosofi, desain, hingga teknologi produksi batik, termasuk 'green batik' dan multimedia marketing. Lulusannya diharapkan dapat berkarier sebagai perancang batik, pengusaha, pengajar seni batik, atau kurator budaya, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya bangsa.
Selain Jamu dan Batik, beberapa program studi lain menawarkan spesialisasi yang tidak kalah unik. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung membuka Jurusan Manajemen Industri Katering, yang membekali mahasiswa dengan ilmu dan praktik manajemen di bidang katering, termasuk perencanaan menu dan manajemen rantai pasokan, serta menjadi satu-satunya di Indonesia. Institut Teknologi Bandung (ITB) memiliki Jurusan Teknik Bioenergi dan Kemurgi, yang fokus pada pengolahan biomassa menjadi bahan bakar ramah lingkungan dan pengembangan pupuk organik. Institut Pertanian Bogor (IPB) menawarkan Jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen, yang mengintegrasikan psikologi, sosiologi, komunikasi, manajemen, dan ekonomi untuk pemberdayaan keluarga dan perlindungan konsumen. Lulusan jurusan ini dapat menjadi konsultan keluarga, peneliti pasar, atau pengelola program sosial.
Di bidang spiritual dan seni, beberapa Universitas Islam Negeri (UIN) menyediakan Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi. Program ini menggabungkan konsep tasawuf dengan teknik psikoterapi untuk mengatasi gangguan mental, fisik, dan spiritual, berdasarkan pandangan bahwa gangguan manusia bersumber dari hubungannya dengan Tuhan. Tak kalah penting, Jurusan Seni Pertunjukan Wayang, yang tersedia di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berfokus pada pelestarian dan pengembangan seni pertunjukan wayang yang juga telah diakui UNESCO. Mahasiswa mempelajari pakeliran, alur cerita, serta adaptasi nilai-nilai pertunjukan dengan perkembangan zaman.
Inisiatif program studi unik ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dan daya saing bangsa. Perpres Nomor 68 Tahun 2022 menjadi landasan bagi kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, industri, dan lembaga pendidikan vokasi untuk menyelaraskan kurikulum dan menciptakan lulusan yang siap mengisi peluang kerja di berbagai sektor. Langkah ini penting dalam menghadapi puncak bonus demografi Indonesia pada tahun 2030, di mana pengembangan talenta nasional melalui pendidikan tinggi yang relevan menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2045.