
Para pakar dari Harvard Medical School menyoroti pentingnya waktu sarapan teratur sebagai kunci rahasia umur panjang dan penuaan yang sehat bagi lansia. Sebuah studi komprehensif yang dipimpin oleh Dr. Hassan Dashti, seorang ilmuwan nutrisi dan ahli biologi sirkadian di Massachusetts General Hospital yang berafiliasi dengan Harvard dan asisten profesor anestesi di Harvard Medical School, menemukan hubungan signifikan antara waktu sarapan dan risiko kematian pada orang dewasa yang lebih tua.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Communications Medicine ini menganalisis data dari hampir 3.000 orang dewasa di Inggris, berusia 42 hingga 94 tahun, yang diikuti selama lebih dari 20 tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin terlambat waktu sarapan seseorang, semakin tinggi risiko kematian dari berbagai penyebab. Secara spesifik, setiap keterlambatan satu jam dalam waktu sarapan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sekitar 8 hingga 11 persen.
Studi ini juga menemukan bahwa lansia yang secara konsisten mempertahankan waktu sarapan yang lebih awal memiliki tingkat kelangsungan hidup 10 tahun yang lebih baik, mencapai 89,5 persen, dibandingkan dengan 86,7 persen pada mereka yang sarapan lebih lambat. Selain peningkatan risiko kematian, sarapan yang terlambat secara konsisten dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan fisik dan mental, termasuk depresi, kelelahan, kualitas tidur yang buruk, masalah kesehatan mulut, kecemasan, dan kesulitan dalam mempersiapkan makanan.
Dr. Dashti menjelaskan bahwa penemuan ini memberikan makna baru pada ungkapan "sarapan adalah makanan terpenting hari itu," terutama bagi individu yang lebih tua. Mekanisme di balik temuan ini terkait dengan "krononutrisi," bidang yang mengeksplorasi bagaimana nutrisi berinteraksi dengan ritme sirkadian tubuh, yaitu jam internal yang mengatur tidur, metabolisme, dan siklus emosional. Sarapan lebih awal membantu mengatur ulang jam biologis tubuh, mendukung metabolisme secara keseluruhan, tingkat energi, dan keseimbangan hormon. Mengonsumsi sarapan di awal hari juga dapat menstabilkan gula darah dan meningkatkan kejernihan mental.
Para peneliti mencatat bahwa seiring bertambahnya usia, orang cenderung menggeser waktu sarapan dan makan malam menjadi lebih lambat, sekaligus mempersempit jendela waktu makan harian mereka. Dr. Dashti menggarisbawahi bahwa waktu sarapan yang terlambat kemungkinan besar berfungsi sebagai penanda kondisi kesehatan yang mendasari, bukan hanya sebagai penyebab langsung kematian dini. Kondisi seperti kualitas tidur yang buruk, depresi, masalah gigi, atau kesulitan mobilitas dapat menyebabkan seseorang menunda sarapan.
Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan agar lansia menerapkan jadwal makan yang konsisten, dengan memprioritaskan sarapan lebih awal, idealnya dalam satu hingga dua jam setelah bangun tidur, atau sekitar pukul 7 hingga 9 pagi. Jadwal makan yang teratur dapat membantu menjaga ritme tubuh yang sehat, yang pada gilirannya mendukung proses penuaan yang sehat dan umur panjang.