Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Salawat Kebangsaan Menag: Merajut Harmoni, Mengukuhkan Persatuan dalam Pluralitas

2025-11-29 | 18:43 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T11:43:14Z
Ruang Iklan

Salawat Kebangsaan Menag: Merajut Harmoni, Mengukuhkan Persatuan dalam Pluralitas

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dalam keberagaman sebagai fondasi penting bangsa, terutama dalam acara Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony. Pesan ini disampaikan secara virtual pada kegiatan yang dipusatkan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat malam, 28 November 2025, yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag).

Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia dapat tumbuh kuat karena kerukunan umat yang terus terjaga. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai lukisan Tuhan yang indah, di mana kerukunan adalah aset berharga yang harus dipelihara, bahkan lebih bernilai dari sumber daya alam. Selawat Kebangsaan, menurut Menag, menjadi penghubung umat kepada teladan Rasulullah SAW yang menanamkan prinsip kasih sayang dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini sangat krusial sebagai modal utama untuk mencegah potensi gesekan sosial di tengah masyarakat yang plural.

Acara Sholawat Kebangsaan ini mengangkat tema "Mensyukuri Rahmat, Merawat Kerukunan Umat, dan Menebar Kebaikan Zakat dan Wakaf". Sementara itu, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan "Walk for Harmony" pada Minggu, 30 November 2025, dengan tema "Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat". Kegiatan akbar ini menargetkan partisipasi hingga 40.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau yang turut serta secara daring.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag, dalam laporannya juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan, kedamaian, dan harmoni, serta saling mencintai sesama dan toleransi. Menurutnya, hal-hal tersebut merupakan modal dasar yang esensial agar Indonesia tetap rukun. Selain kerukunan, Menag Nasaruddin Umar juga menyoroti peran strategis zakat dan wakaf dalam memperluas kebaikan sosial. Ia menyatakan bahwa dua instrumen filantropi Islam tersebut memiliki kekuatan besar dalam membangun kesejahteraan jika dikelola dengan amanah dan profesional. Dirjen Bimas Islam menambahkan bahwa dengan berbagi melalui infak, sedekah, dan wakaf, kebaikan dapat dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan positif, membantu mereka yang membutuhkan, serta meningkatkan pemahaman dan literasi zakat-wakaf sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.

Acara Sholawat Kebangsaan dan Walk for Harmony diharapkan dapat memperkuat atmosfer kebersamaan, menjadi momentum refleksi kolektif, dan mempertegas peran umat dalam menjaga persatuan nasional melalui harmoni, filantropi, dan nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.