Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Strategi Lolos Prodi Pilihan 2 SNBP 2026: Pahami Mekanisme Seleksi Sebenarnya

2025-11-28 | 21:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T14:25:40Z
Ruang Iklan

Strategi Lolos Prodi Pilihan 2 SNBP 2026: Pahami Mekanisme Seleksi Sebenarnya

Kekhawatiran mengenai peluang diterima di program studi (prodi) pilihan kedua dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sering kali muncul di kalangan siswa. Meskipun ada persepsi umum bahwa kesempatan untuk lolos di pilihan kedua lebih kecil, proses seleksi SNBP memiliki mekanisme yang perlu dipahami oleh calon mahasiswa.

Berdasarkan ketentuan SNBP 2025, yang kemungkinan besar akan menjadi dasar untuk SNBP 2026, setiap siswa yang memenuhi syarat diperbolehkan memilih hingga dua program studi. Pilihan prodi ini dapat berasal dari satu atau dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berbeda. Penting untuk dicatat bahwa jika siswa memilih dua program studi, salah satu program studi harus berada di PTN yang berlokasi di provinsi yang sama dengan sekolah asal siswa. Jika hanya memilih satu program studi, siswa dapat memilih PTN di provinsi mana pun.

Tahapan seleksi SNBP dilakukan secara berurutan. Siswa pendaftar pertama-tama akan diseleksi berdasarkan pilihan program studi pertama mereka. Jika siswa tidak berhasil lolos pada pilihan program studi pertama, barulah mereka akan diikutsertakan dalam seleksi untuk pilihan program studi kedua.

Mengenai peluang lolos di pilihan kedua, Ketua Umum Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) pada SNBP 2023, Prof. Mohammad Ashari, pernah menyatakan bahwa siswa memiliki peluang untuk diterima di prodi pilihan kedua. Meskipun kuota untuk pilihan kedua mungkin lebih sedikit dibandingkan pilihan pertama, dan banyak prodi dapat terpenuhi oleh siswa yang menjadikannya pilihan pertama, siswa dengan pilihan kedua tetap dipertimbangkan oleh PTN terkait. Bahkan, seorang siswa yang menempatkan prodi di pilihan kedua masih berkesempatan lolos jika prestasinya lebih baik dibandingkan siswa lain yang menempatkan prodi tersebut di pilihan pertama dengan peringkat prestasi di bawahnya. Artinya, kualitas akademik tetap menjadi faktor penentu utama.

Seleksi jalur SNBP sendiri didasarkan pada beberapa komponen. Komponen pertama adalah nilai rapor dari seluruh mata pelajaran, dengan bobot minimal 50%. Komponen kedua, yang memiliki bobot maksimal 50%, dihitung berdasarkan nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi yang dituju, portofolio (khusus untuk program studi seni dan olahraga), dan/atau prestasi lainnya. Komposisi persentase kedua komponen ini ditetapkan oleh masing-masing PTN. Selain itu, rekam jejak kinerja sekolah juga menjadi pertimbangan dalam seleksi SNBP.

Beberapa tips untuk memaksimalkan peluang lolos, terutama untuk pilihan kedua, antara lain adalah dengan memilih PTN yang sama dengan pilihan pertama namun dengan program studi yang berbeda dan tingkat keketatan yang lebih rendah. Mempertimbangkan politeknik sebagai pilihan kedua juga bisa menjadi strategi karena persaingannya yang mungkin tidak seketat universitas. Memilih program studi yang baru dibuka atau masih tergolong baru juga dapat meningkatkan peluang karena kuota penerimaan yang biasanya masih lebih terbuka.

Meskipun peluang untuk lolos di pilihan kedua mungkin terasa lebih kecil karena adanya prioritas pada pilihan pertama dan kuota yang terbatas, bukan berarti tidak ada kesempatan sama sekali. Seleksi tetap mempertimbangkan kualitas calon mahasiswa secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk menyusun strategi pemilihan prodi dengan cermat dan memahami kriteria yang ditetapkan oleh PTN tujuan.