Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

3 Siklon Picu Cuaca Ekstrem di RI: Daerah Mana Saja yang Wajib Waspada?

2025-12-16 | 16:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-16T09:50:16Z
Ruang Iklan

3 Siklon Picu Cuaca Ekstrem di RI: Daerah Mana Saja yang Wajib Waspada?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa Indonesia saat ini dikelilingi oleh tiga sistem siklon yang memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah. Ketiga sistem tersebut meliputi Siklon Tropis Bakung serta dua bibit siklon tropis, yakni 93S dan 95S, yang secara signifikan memengaruhi dinamika atmosfer dan menimbulkan ancaman hidrometeorologi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, melaporkan kondisi ini kepada Presiden, menyoroti anomali iklim global dan suhu permukaan laut Indonesia yang lebih hangat dari biasanya sebagai faktor pembentuk siklon-siklon tersebut. Akibatnya, keberadaan siklon dan bibit siklon ini meningkatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, serta gelombang tinggi di perairan sekitar.

Siklon Tropis Bakung, yang terbentuk dari bibit siklon tropis 91S sejak 12 Desember 2025, terpantau di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung. Meskipun siklon ini bergerak menjauhi wilayah Indonesia, dampaknya secara tidak langsung masih terasa. Potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di Bengkulu dan Lampung. Gelombang laut tinggi dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter dapat terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, dan Selat Sunda bagian selatan. Bahkan, gelombang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93S terdeteksi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Bibit siklon ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Angin kencang juga dapat melanda Jawa Timur dan Bali. Di perairan, gelombang laut tinggi diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Banten hingga Sumba, serta Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat. Peluang bibit siklon 93S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih dalam kategori rendah.

Adapun Bibit Siklon Tropis 95S terpantau di Laut Arafura, sebelah barat Papua Selatan. Bibit siklon ini berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan lebat dan gelombang tinggi di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua Selatan dan Maluku bagian Tenggara, termasuk Laut Arafura, Laut Banda, serta perairan Kepulauan Kai dan Aru.

Secara umum, BMKG memprakirakan cuaca ekstrem akan terus berlangsung hingga Februari 2026, dengan puncak musim hujan terjadi pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Berbagai wilayah di Indonesia perlu mewaspadai dampak cuaca ekstrem ini. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga ekstrem meliputi seluruh Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Beberapa daerah seperti Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan berada dalam kategori 'Siaga' untuk hujan lebat hingga sangat lebat.

Selain itu, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, perairan selatan Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, serta sejumlah perairan di wilayah Papua. Potensi gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter juga berpeluang terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah dan Samudra Pasifik utara Maluku.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG, terutama bagi mereka yang beraktivitas di wilayah pesisir dan maritim, serta di daerah rawan bencana hidrometeorologi. BMKG juga telah berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Perhubungan untuk menyediakan platform informasi cuaca demi keselamatan transportasi.