
Jakarta, 24 Desember 2025 – Pendaftaran program Beasiswa Garuda, yang dirancang untuk mendukung studi magister dan doktoral bagi putra-putri terbaik bangsa, akan kembali dibuka pada Januari 2026. Skema pendanaan pendidikan penuh ini, yang merupakan salah satu investasi strategis pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia, secara konsisten menarik minat ribuan pendaftar setiap tahun, dengan sejumlah universitas bergengsi di dalam dan luar negeri menjadi tujuan favorit para penerima beasiswa.
Dalam laporan terbaru, program beasiswa pemerintah, yang secara fungsional serupa dengan Beasiswa Garuda, telah menyalurkan pendanaan kepada total 54.149 penerima sejak tahun 2013 hingga 2024. Khusus untuk tahun 2024 saja, tercatat 8.592 orang berhasil menjadi penerima beasiswa. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun-tahun sebelumnya, menandakan ekspansi dan komitmen berkelanjutan pemerintah terhadap pendidikan tinggi.
Universitas-universitas kelas dunia mendominasi pilihan destinasi studi. Berdasarkan laporan tahunan LPDP 2024, di antara kampus luar negeri, The University of Melbourne di Australia menjadi tujuan paling favorit dengan 1.391 penerima beasiswa. Diikuti oleh University College London di Inggris dengan 899 penerima, dan Wageningen University di Belanda dengan 785 penerima. Selain itu, Monash University, The University of Sydney, The University of Edinburgh, dan Columbia University juga masuk dalam daftar 10 besar pilihan utama penerima beasiswa untuk studi di luar negeri. Inggris Raya tercatat sebagai negara tujuan paling favorit dengan 6.966 penerima, diikuti Australia (4.373 orang) dan Amerika Serikat (2.624 orang).
Di dalam negeri, universitas-universitas ternama Indonesia juga menjadi pilihan utama. Universitas Gadjah Mada (UGM) memimpin sebagai kampus favorit nomor satu bagi penerima beasiswa dalam negeri, dengan 6.187 orang telah menempuh studi di sana. Universitas Indonesia (UI) menempati posisi kedua dengan 4.055 penerima, disusul Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 2.433 penerima. Pilihan ini mencerminkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia yang semakin diakui dan menjadi fondasi penting bagi pengembangan talenta nasional.
Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, dalam Rapat Dewan Penyantun Dana Abadi di Bidang Pendidikan pada 17 Desember 2025, menekankan pentingnya optimalisasi penggunaan anggaran untuk memperkuat ekosistem pendidikan, riset, dan industri di Indonesia. Menko PMK Pratikno juga menyoroti strategi untuk mempertahankan talenta agar penerima manfaat beasiswa dapat berkontribusi optimal bagi pembangunan nasional dan mencegah terjadinya brain drain. Hal ini sejalan dengan pernyataan Direktur Utama LPDP sebelumnya, Andin Hadiyanto, yang pada Januari 2022 menegaskan bahwa mahasiswa harus dekat dengan masyarakat dan kembali mengabdi di Indonesia setelah menyelesaikan studi.
Skema Beasiswa Garuda, yang dibiayai dari dana pengembangan pendidikan nasional (DPPN), tidak hanya menanggung biaya pendidikan penuh tetapi juga tunjangan bulanan. Pendaftaran seleksi Beasiswa Garuda Tahap 1 tahun 2025 telah berlangsung dari 17 Januari hingga 17 Februari, sementara Tahap 2 dibuka dari 30 Juni hingga 31 Juli 2025. Penerima beasiswa yang lolos seleksi substansi pada tahap kedua tahun 2025 akan memulai perkuliahan paling cepat pada Januari 2026.
Perubahan skema Beasiswa Garuda untuk tahun 2026 juga telah diumumkan, dengan fokus yang lebih kuat pada bidang-bidang prioritas nasional. Ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menyelaraskan investasi pendidikan dengan kebutuhan strategis negara, memastikan bahwa setiap penerima beasiswa tidak hanya meraih keunggulan akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang relevan bagi pembangunan Indonesia di masa depan.