
Pemerintah Federasi Rusia telah secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa Pemerintah Rusia (Russian Government Scholarship/RGS) untuk tahun akademik 2026-2027, menawarkan peluang studi penuh bagi mahasiswa internasional di berbagai jenjang pendidikan, dari sarjana hingga doktoral. Pendaftaran program yang mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan bulanan, dan akomodasi asrama ini, telah dibuka sejak 15 September 2025 dan akan berakhir pada 15 Desember 2025 melalui situs resmi education-in-russia.com. Langkah ini menandai komitmen Rusia untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi pendidikan global, sekaligus menanggapi tingginya minat mahasiswa asing, khususnya dari Indonesia.
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengumumkan peningkatan kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia dari 250 menjadi 300 kursi pada tahun akademik 2026. Peningkatan ini didasarkan pada tingkat pemanfaatan kuota yang optimal pada tahun sebelumnya. Dubes Tolchenov berharap kuota tersebut dapat terus bertambah, bahkan mencapai 400 hingga 500 kursi di masa mendatang, jika minat pendaftar tetap tinggi. Dari 300 kuota yang tersedia untuk Indonesia, sekitar 200 dialokasikan untuk jenjang Sarjana (S1), 80 untuk Magister (S2), dan 20 untuk Doktoral (S3).
Proses pendaftaran beasiswa ini melibatkan beberapa tahapan utama. Calon pelamar wajib membuat akun di portal education-in-russia.com, mengisi formulir daring, dan mengunggah dokumen yang diperlukan. Pelamar dapat memilih satu program studi dan hingga enam universitas, dengan batasan maksimal dua kampus di Moskow atau Saint Petersburg dan tiga di kota lain. Dokumen-dokumen esensial yang harus disiapkan meliputi salinan paspor berwarna dengan masa berlaku minimal 24 bulan, ijazah terakhir (atau rapor semester akhir bagi pendaftar S1 yang belum lulus), transkrip nilai, sertifikat medis yang menyatakan bebas HIV/AIDS, hepatitis B/C, dan TBC, serta pas foto terbaru. Beberapa sumber menyebutkan bahwa beasiswa ini tidak selalu mensyaratkan sertifikat TOEFL atau IELTS, melainkan tes bahasa Rusia atau Inggris B1/B2. Bagi yang belum menguasai bahasa Rusia, program ini menyediakan kursus bahasa persiapan gratis selama satu tahun di universitas tujuan.
Setelah pengajuan berkas, tim seleksi akan mengevaluasi dokumen yang diajukan. Pelamar yang lolos seleksi dokumen akan diundang untuk mengikuti tes tertulis, yang biasanya mencakup tes bahasa Rusia, tes bahasa Inggris, tes pengetahuan umum, dan tes bidang studi pilihan. Tahap selanjutnya adalah wawancara, yang dapat dilakukan secara daring atau langsung di Kedutaan Besar Rusia. Hasil seleksi diumumkan beberapa minggu setelah wawancara, dan pelamar yang berhasil akan dihubungi melalui email atau surat resmi. Duta Besar Tolchenov mencatat bahwa kampanye pendaftaran telah menerima sekitar 2.000 aplikasi dari Indonesia untuk 300 kuota beasiswa 2026.
Selain beasiswa reguler pemerintah, Rusia juga menyediakan skema khusus melalui Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL), yang menawarkan beasiswa di bidang teknologi nuklir dan program studi penuh di Ural Federal University di Yekaterinburg. Wakil Kepala Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia, Maria Khionaki, menegaskan akan menyelenggarakan sosialisasi daring langsung dari universitas di Rusia untuk memberikan gambaran akademik yang lebih jelas kepada calon pendaftar. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie, menyambut baik peningkatan kuota ini, menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, khususnya di bidang STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).
Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya Rusia untuk menginternasionalisasi sistem pendidikan tingginya dan menarik lebih banyak mahasiswa asing, yang didorong oleh kebijakan seperti Project 5-100 (meskipun telah berakhir pada 2020, dampaknya masih terasa). Lebih dari 300.000 mahasiswa internasional memilih Rusia setiap tahun. Jurusan yang diminati mahasiswa Indonesia di Rusia meliputi hubungan internasional, pendidikan dokter umum, manajemen, ekonomi, teknik perminyakan dan gas, ilmu komputer dan rekayasa, serta teknik penerbangan. Institusi seperti National Research Tomsk State University dan Peoples' Friendship University of Russia (RUDN University) menjadi favorit di kalangan pelajar Indonesia. Kerangka waktu pendaftaran yang ketat, biasanya antara September hingga Desember, memerlukan perencanaan matang dari calon pelamar. Beberapa sumber juga menunjukkan bahwa batas akhir pengiriman dokumen untuk penerimaan 2026 adalah 15 Januari 2026, dan dokumen yang diajukan setelah tanggal tersebut akan dipertimbangkan untuk penerimaan 2027.