Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Full Funding: Beasiswa S3 & Riset Teknologi dari Islamic Development Bank

2025-12-27 | 17:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T10:52:31Z
Ruang Iklan

Full Funding: Beasiswa S3 & Riset Teknologi dari Islamic Development Bank

Islamic Development Bank (IsDB) secara aktif membuka aplikasi untuk program Beasiswa S3 dan Riset Teknologi yang didanai penuh untuk tahun akademik 2026-2027, dengan tenggat waktu pendaftaran pada 31 Januari 2026. Inisiatif ini menargetkan talenta dari negara-negara anggota IsDB serta komunitas Muslim di negara non-anggota, bertujuan untuk secara substansial meningkatkan kapasitas penelitian ilmiah dan inovasi di bidang ilmu terapan dan teknologi tinggi.

Program Beasiswa IsDB, khususnya Merit Scholarship Program (MSP) yang diluncurkan pada tahun 1992, dirancang untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas secara teknis, memperkuat kemampuan ilmiah dan teknologi, serta memenuhi kebutuhan nasional akan sains dan teknologi di negara-negara anggota. Beasiswa yang diberikan mencakup biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan yang disesuaikan dengan biaya hidup di negara studi, biaya pengobatan di rumah sakit universitas atau pemerintah, tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi, tunjangan instalasi dan peralatan, serta tunjangan persiapan tesis dan makalah ilmiah. Para penerima beasiswa diharapkan untuk belajar di universitas-universitas terkemuka dunia, termasuk institusi mitra seperti Cambridge, Queen Mary, Imperial College London di Inggris, University of Copenhagen di Denmark, dan McGill University di Kanada, atau di 10 universitas negeri/pemerintah teratas di negara asal mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan Strategi IsDB yang Diselaraskan 2023-2025, dengan pilar utama pembangunan modal manusia yang inklusif dan komitmen untuk memanfaatkan kekuatan Sains, Teknologi, dan Inovasi (STI) demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Upaya ini muncul di tengah kenyataan bahwa banyak negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menghadapi tantangan signifikan dalam investasi penelitian dan pengembangan (R&D) serta kapasitas inovasi. Rata-rata intensitas R&D di negara-negara anggota OKI tercatat hanya 0,81% dari PDB, jauh di bawah rata-rata Uni Eropa sebesar 1,87% dan rata-rata dunia sebesar 2,22%. Laporan menunjukkan sebagian besar negara anggota OKI menghabiskan kurang dari 0,7% PDB mereka untuk R&D, dan secara kolektif hanya menyumbang sekitar 2,1% dari total pengeluaran R&D global. Kesenjangan ini menggarisbawahi urgensi untuk memperkuat ekosistem inovasi nasional yang masih belum berkembang dan kurangnya kolaborasi antar aktor STI di banyak negara anggota.

Presiden IsDB, Dr. Muhammad Al Jasser, secara konsisten menekankan peran penting pendidikan dalam mendorong produktivitas, inovasi, pengurangan kemiskinan, dan mobilitas sosial. Dalam berbagai kesempatan, termasuk di Doha Forum pada Mei 2024, Dr. Al Jasser mendesak peningkatan investasi global untuk mentransformasi sistem pendidikan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, serta menganjurkan pergeseran menuju teknologi digital yang memupuk kreativitas dan pembelajaran mandiri. Beliau juga menegaskan bahwa modal manusia tetap menjadi sumber daya terbarukan terbesar untuk membangun masyarakat yang tangguh dan inklusif. Sejak awal berdirinya, IsDB telah menyalurkan lebih dari 5,8 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman dan hibah pendidikan, serta memobilisasi lebih dari 68 miliar dolar AS untuk pengembangan modal manusia, termasuk 15 miliar dolar AS untuk pendidikan dan kesehatan di 57 negara anggotanya. Program beasiswa ini sendiri telah memberdayakan lebih dari 19.000 mahasiswa dan cendekiawan dari 56 negara anggota dan 66 komunitas Muslim, dengan 14.044 di antaranya telah berhasil lulus dari berbagai universitas terkemuka.

Dampak jangka panjang dari program beasiswa IsDB diharapkan dapat melampaui pencapaian akademis individu. Dengan membekali para sarjana dengan keahlian canggih, IsDB bertujuan untuk membalikkan brain drain, mendorong diversifikasi ekonomi, dan menciptakan ekosistem inovasi yang dinamis di negara-negara anggota. Para lulusan diharapkan dapat kembali ke negara asal mereka dan berkontribusi langsung pada pembangunan, memainkan peran sentral dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dan menghasilkan "Warga Negara yang Baik dan Profesional Kompeten" (Good Citizens & Competent Professionals – GCTP). Komitmen IsDB melalui beasiswa teknologi tinggi ini merupakan investasi strategis yang fundamental untuk mengukuhkan posisi negara-negara anggota dalam lanskap ekonomi global yang semakin kompetitif dan berbasis pengetahuan.