:strip_icc()/kly-media-production/medias/5404281/original/095677800_1762401262-Doa.jpg)
Tren keyakinan dalam tradisi Islam menunjukkan adanya empat nabi yang diyakini masih hidup hingga saat ini, sebuah pandangan yang memicu perdebatan di kalangan ulama tetapi tetap menjadi bagian dari narasi keimanan umat Muslim. Keempat nabi ini adalah Nabi Khidir, Nabi Ilyas, Nabi Isa, dan Nabi Idris, masing-masing dengan kisah dan dalil yang mengiringi keyakinan akan keberlangsungan hidup mereka. Sebagian ulama mendukung pandangan ini dengan merujuk pada tafsir Al-Qur'an dan riwayat hadis, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa tidak ada manusia yang kekal di dunia ini berdasarkan dalil Al-Qur'an Surah Al-Anbiyaa ayat 34.
Nabi Isa Alaihissalam adalah salah satu nabi yang secara luas diyakini masih hidup dan diangkat oleh Allah SWT ke langit. Keyakinan ini berakar kuat dari Surah An-Nisa ayat 157-158 dalam Al-Qur'an, yang menyatakan bahwa Nabi Isa tidak dibunuh atau disalib, melainkan diselamatkan dan diangkat ke hadirat Allah. Kelak, menjelang hari kiamat, Nabi Isa diyakini akan turun kembali ke bumi untuk memerangi Dajjal dan menegakkan keadilan, bertindak sebagai hakim yang adil bagi umat Islam. Riwayat hadis mutawatir, yang memiliki banyak jalur periwayatan, turut memperkuat keyakinan akan kedatangan kembali Nabi Isa di akhir zaman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa Nabi Isa masih hidup di langit dan akan turun berhukum dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Nabi Idris Alaihissalam juga termasuk dalam daftar nabi yang diyakini masih hidup, dengan riwayat yang menyebut beliau diangkat ke tempat yang tinggi atau ke langit keempat. Surah Maryam ayat 56-57 menyebutkan: "Ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Quran). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi, dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." Beberapa penafsiran ulama, termasuk Mujahid, menjelaskan bahwa pengangkatan Nabi Idris ke langit ini adalah dalam keadaan hidup dan tidak mati, serupa dengan Nabi Isa. Nabi Muhammad SAW sendiri disebutkan bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat saat peristiwa Isra Mi'raj, menunjukkan posisi beliau yang mulia.
Nabi Khidir Alaihissalam adalah sosok yang paling misterius di antara keempat nabi ini, dengan status kenabian dan keberlangsungannya hidup menjadi perdebatan panjang di kalangan ulama. Kisahnya yang paling terkenal adalah pertemuannya dan perjalanan menuntut ilmu bersama Nabi Musa AS, yang diabadikan dalam Surah Al-Kahfi ayat 60-82. Banyak ulama, terutama dari kalangan sufi dan ahli ma'rifah, meyakini Nabi Khidir masih hidup dan bahkan sering bertemu dengan orang-orang saleh, memberikan petunjuk. Namun, pandangan lain, seperti yang disampaikan oleh Syaikh Muhammad Salim Walad Abdul Wadud Asy-Syinqithi, menyatakan bahwa tidak ada dalil shahih dalam Al-Qur'an maupun hadis yang secara tegas menyatakan Nabi Khidir masih hidup, dan beliau kemungkinan telah wafat sesuai dengan keumuman ayat Al-Anbiyaa ayat 34.
Terakhir, Nabi Ilyas Alaihissalam juga diyakini sebagian umat Islam masih hidup hingga kini. Nabi Ilyas diutus untuk kaum Bani Israil di sekitar Yordan dan Syam yang menyembah berhala, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah As-Saffat ayat 123-132. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ketika Malaikat Maut datang untuk mencabut nyawanya, Nabi Ilyas memohon agar ajalnya ditunda, dan Allah SWT mengabulkan permintaannya agar ia dapat terus berzikir. Ada juga keyakinan bahwa Nabi Ilyas dan Nabi Khidir bertemu setiap tahun, baik di Mina saat musim haji atau di tempat-tempat lain, sebagai tanda keberlangsungan hidup mereka.
Perbedaan pandangan ini menunjukkan kompleksitas dalam menafsirkan teks-teks agama dan memahami dimensi spiritual yang melampaui pemahaman material. Bagi sebagian besar umat Muslim, keyakinan akan keberadaan nabi-nabi ini, terlepas dari perdebatan ilmiah, tetap menjadi sumber inspirasi keagamaan dan penguat keimanan akan kekuasaan Allah SWT.