
Robot Gamelan Sekar Nuswantoro, sebuah inovasi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, resmi menjadi koleksi permanen di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sejak peluncurannya pada Minggu, 21 Desember 2025, yang berfungsi menyambut pengunjung selama 24 jam penuh di pintu masuk utama. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi lima dosen dan 21 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Udinus yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya gamelan Jawa kepada khalayak luas, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.
Pengembangan Robot Gamelan Sekar Nuswantoro berawal dari keprihatinan Rektor Udinus, Prof. Pulung Nurtantio Andono, terhadap kondisi perangkat gamelan Indonesia di luar negeri yang seringkali tidak terawat karena minimnya penabuh. Pengalaman Udinus saat tampil di UNESCO, Paris, pada tahun 2018, di mana mereka menghadapi kendala logistik membawa alat gamelan yang berat dan menemukan gamelan yang kurang terawat, memicu ide penggabungan budaya lokal dengan teknologi AI. Sejak saat itu, riset berkelanjutan dimulai, membangun di atas fondasi pengembangan sebelumnya seperti E-Gamelan Kampus Udinus (E-Gamelanku) yang sudah ada selama 10 tahun terakhir dan kini terintegrasi dengan Gamelan Metaverse berbasis virtual reality (VR).
Sekar Nuswantoro dirancang menggunakan sistem berbasis Arduino dan solenoid sebagai penggerak, memungkinkan robot ini menabuh instrumen gamelan asli dan menghasilkan suara autentik, bukan sekadar suara elektronik. Keunggulan utama inovasi ini adalah kemampuannya untuk beroperasi secara non-stop selama 24 jam, mengatasi batasan fisik penabuh manusia. Robot ini memegang enam instrumen gamelan, yaitu demung, saron, slenthem, peking, kenong, dan gong, serta mampu mengiringi sinden atau penyanyi langgam Jawa. Proses pembuatannya memakan waktu 17 bulan.
Kehadiran Robot Gamelan Sekar Nuswantoro di TMII diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf) Irene Umar dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs). Wamenkraf Irene Umar menyatakan bahwa penggabungan teknologi dengan tradisi merupakan kreativitas luar biasa yang harus didukung, serta menegaskan bahwa inovasi berbasis budaya adalah fondasi penting dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyebut Robot Gamelan Sekar Nuswantoro sebagai bukti adaptasi budaya tradisional dengan teknologi modern tanpa kehilangan jati dirinya, dan melihatnya sebagai medium edukasi serta pengenalan budaya, terutama bagi generasi muda.
Penerapan teknologi digital dalam pariwisata Indonesia menjadi semakin krusial dalam upaya pelestarian budaya dan peningkatan daya tarik wisata. Robot gamelan ini tidak bertujuan menggantikan peran penabuh manusia, melainkan menjadi sarana memperkenalkan gamelan di ruang publik, menarik minat masyarakat, dan mendorong mereka untuk menyaksikan pertunjukan gamelan sesungguhnya. Udinus juga memiliki target untuk mendapatkan sekitar 20 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) terkait inovasi ini. Pengembangan di masa depan diharapkan meliputi kemampuan robot untuk berinteraksi langsung dengan pengunjung dan berkolaborasi dengan robot instrumen musik lain atau musisi manusia.
Robot Gamelan Sekar Nuswantoro melengkapi serangkaian inovasi Udinus dalam memadukan teknologi dan kearifan lokal, termasuk tokoh animasi 'Si Warik' dan proyek wisata sejarah digital 'Echoes Unveiled'. Inovasi ini selaras dengan visi Udinus untuk berkontribusi pada diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Rektor Udinus berharap robot ini dapat terus melestarikan budaya Jawa dan menghibur tamu asing yang datang. Sebelumnya, Udinus juga telah menghibahkan robot gamelan Sekar Nuswantoro kepada Goethe-Institut di Jakarta pada Agustus 2024, sebagai simbol kolaborasi budaya dan teknologi antara Indonesia dan Jerman. Pada November 2025, Rektor Udinus juga menghibahkan Robot Sekar Gamelan Nuswantoro kepada Presiden Republik Indonesia. Implementasi teknologi digital dalam pariwisata menawarkan pengalaman yang lebih kaya bagi wisatawan, namun juga memunculkan tantangan terkait keberlanjutan dan keaslian budaya lokal. Inovasi seperti Robot Gamelan Sekar Nuswantoro menunjukkan potensi besar dalam menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pelestarian warisan budaya bangsa.