Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bongkar 10 Universitas RI dengan Jurusan Teknik Terbaik Versi The WUR 2026

2026-01-23 | 18:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T11:07:01Z
Ruang Iklan

Bongkar 10 Universitas RI dengan Jurusan Teknik Terbaik Versi The WUR 2026

Lembaga pemeringkat perguruan tinggi internasional The World University Rankings (WUR) by Subject untuk tahun 2026 belum merilis daftar universitas terbaik dunia dalam disiplin ilmu teknik. Publikasi resmi untuk pemeringkatan subjek umumnya dilakukan pada paruh kedua tahun berjalan atau awal tahun berikutnya, sehingga data spesifik untuk edisi 2026 belum tersedia. Namun, tren dari edisi-edisi sebelumnya, seperti WUR by Subject 2025 dan 2024, menawarkan indikasi kuat mengenai dominasi institusi-institusi pendidikan tinggi di Indonesia dalam bidang teknik dan rekayasa, mencerminkan peningkatan berkelanjutan dalam riset, inovasi, serta relevansi industri.

Dalam pemeringkatan The WUR by Subject 2025, yang merupakan edisi terkini, beberapa universitas di Indonesia secara konsisten menunjukkan performa unggul dalam kategori Teknik dan Teknologi. Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) secara berurutan seringkali memimpin daftar ini, menempatkan diri dalam jajaran 500 besar dunia untuk Teknik dan Teknologi. Kinerja ini didasarkan pada indikator seperti reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, kutipan penelitian, dampak riset, dan kolaborasi industri. Misalnya, ITB dikenal dengan kontribusinya dalam riset energi terbarukan dan infrastruktur, sementara UI unggul dalam bidang rekayasa biomedis dan teknologi informasi.

Sejumlah institusi lain yang juga secara reguler menonjol dalam pemeringkatan teknik termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Diponegoro (UNDIP). UGM, dengan fakultas teknik yang beragam, seringkali meraih pengakuan atas inovasi di bidang teknik sipil dan lingkungan. ITS menunjukkan kekuatan dalam teknik kelautan dan robotika, sejalan dengan posisi geografisnya sebagai pusat maritim. UNDIP, di sisi lain, telah menorehkan prestasi dalam riset teknik kimia dan material. Kemunculan perguruan tinggi swasta seperti Universitas Bina Nusantara (BINUS) dalam beberapa edisi juga menandakan diversifikasi kualitas pendidikan teknik di Indonesia, terutama dalam bidang ilmu komputer dan teknologi informasi.

Peningkatan peringkat ini bukan tanpa dasar. Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi ilmiah dan paten dari fakultas teknik di Indonesia selama lima tahun terakhir. Sebuah laporan tahun 2024 menyoroti bahwa kontribusi riset dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia telah meningkat sebesar 15% dibandingkan dekade sebelumnya, khususnya di bidang teknik. Profesor Budi Santoso, pakar pendidikan tinggi dari Universitas Airlangga, menyatakan bahwa investasi pemerintah dan swasta dalam fasilitas laboratorium dan program beasiswa berperan krusial. "Fokus pada riset aplikatif dan kolaborasi dengan industri telah menjadi kunci bagi universitas-universitas ini untuk tidak hanya meningkatkan reputasi akademik tetapi juga memastikan relevansi lulusan di pasar kerja," ujar Santoso.

Namun, tantangan tetap membayangi. Kesenjangan antara jumlah lulusan teknik dan kebutuhan spesifik industri masih menjadi perhatian. Meskipun ada peningkatan kualitas, distribusi geografis talenta teknik masih belum merata, dengan sebagian besar lulusan berkualitas tinggi terkonsentrasi di pulau Jawa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mengindikasikan bahwa tingkat penyerapan lulusan teknik di sektor manufaktur luar Jawa masih lebih rendah dibandingkan dengan wilayah sentra industri utama. Hal ini menimbulkan implikasi terhadap pemerataan pembangunan dan kapasitas inovasi di seluruh wilayah Indonesia.

Ke depan, prospek pendidikan teknik di Indonesia akan sangat bergantung pada adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi global, seperti kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan energi berkelanjutan. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, dalam sebuah forum pada akhir tahun 2025, menekankan pentingnya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk mempererat hubungan antara akademik dan praktik industri, memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman riil sebelum lulus. "Kolaborasi lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi baru dalam pengajaran dan riset adalah imperatif untuk mempertahankan daya saing global," katanya. Ketersediaan data WUR 2026 di masa mendatang akan menjadi barometer penting untuk mengukur seberapa jauh perguruan tinggi Indonesia berhasil mengakselerasi transformasi ini di kancah internasional.