Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mendikdasmen Beri Jaminan SNPMB untuk Siswa Korban Bencana Sumatera

2025-12-06 | 15:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T08:58:05Z
Ruang Iklan

Mendikdasmen Beri Jaminan SNPMB untuk Siswa Korban Bencana Sumatera

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, telah menjawab kekhawatiran siswa korban bencana di Sumatera terkait Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026. Mendikdasmen menegaskan bahwa proses seleksi masih memiliki rentang waktu yang cukup panjang, memberikan jaminan kepada para siswa terdampak untuk tidak terlalu cemas.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Mu'ti saat meninjau langsung dampak bencana di SMP Negeri 1 Tunjung Raya, Sumatera Barat, pada Jumat, 5 Desember 2025. Bencana hidrometeorologi parah berupa banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor telah melanda wilayah utara dan tengah Pulau Sumatera pada akhir November 2025, terutama berdampak pada provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem dan terbentuknya Siklon Tropis Senyar, yang menyebabkan kerusakan luas dan banyak korban jiwa.

Untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak menggunakan tes, Menteri Mu'ti menjelaskan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah rampung dan tinggal menunggu pengumuman. Sementara itu, untuk jalur seleksi berbasis tes, pelaksanaannya masih lama. Prioritas utama Kemendikdasmen saat ini adalah memastikan agar siswa dapat terus mengikuti proses pembelajaran dan menyelesaikan semester ganjil tahun akademik 2025/2026, yang merupakan syarat kelulusan bagi peserta didik. Sekolah-sekolah didorong untuk menyesuaikan pola belajar, termasuk dengan menerapkan sistem shift, sesuai dengan kondisi ruang belajar yang masih dapat digunakan. Pengumuman kuota sekolah untuk SNBP 2026 sendiri dijadwalkan pada 29 Desember 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga secara simbolis menyerahkan bantuan bagi pemulihan pendidikan. Kemendikdasmen mengalokasikan dana operasional lebih dari Rp 5,7 miliar untuk 423 sekolah yang terdampak di Sumatera Barat. Bantuan ini mencakup Rp10 juta untuk PAUD, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, serta Rp25 juta untuk SMA dan SMK. Selain itu, disalurkan juga 1.500 paket perlengkapan sekolah untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK, 100 paket family kit untuk guru, paket sembako, dan 25 tenda sekolah darurat, dengan dua tenda telah digunakan sebagai ruang belajar sementara.

Kemendikdasmen juga memberikan santunan kepada para korban, meliputi Rp10 juta untuk enam guru yang meninggal dunia, Rp5 juta untuk empat guru yang menjalani perawatan, Rp5 juta untuk 20 siswa yang meninggal dunia, dan Rp2 juta untuk siswa yang dirawat, dengan total santunan dan bantuan pengobatan mencapai Rp293 juta. Total bantuan yang dialokasikan oleh Kemendikdasmen untuk pemulihan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp13,3 miliar.

Menteri Mu'ti mengakui adanya kesulitan dalam pendataan siswa terdampak bencana karena akses ke beberapa titik masih terhambat. Namun, ia menyerukan semangat kepada seluruh warga sekolah untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan, memulihkan ekosistem pendidikan.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI juga telah menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk memberikan dispensasi akademik, keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta akses internet darurat bagi mahasiswa dari daerah terdampak bencana. Pihak DPR juga berencana mengundang Mendikdasmen untuk membahas penanganan sektor pendidikan di wilayah Sumatera.