Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mendikdasmen Ungkap: Gen Z dan Alpha Tak Lagi Melirik Profesi Guru

2025-12-07 | 09:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-07T02:27:56Z
Ruang Iklan

Mendikdasmen Ungkap: Gen Z dan Alpha Tak Lagi Melirik Profesi Guru

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan keprihatinan mendalam terkait semakin rendahnya minat Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alpha terhadap profesi guru. Pernyataan ini disampaikan Mu'ti dalam momen peringatan Hari Guru Nasional 2025 yang berlangsung di Hotel Ciputra, Jakarta Barat, pada Kamis, 27 November 2025.

Menurut Mu'ti, hasil sejumlah penelitian menunjukkan bahwa profesi guru kini bukan lagi pilihan yang menarik bagi generasi muda. "Pilihan ini adalah pilihan yang mulia bahkan mungkin sekarang menjadi pilihan yang sepi," tuturnya, seraya menekankan peran guru yang sangat krusial bagi keberlangsungan bangsa. Sebuah survei bahkan menunjukkan hanya sekitar 11 persen anak muda yang menyatakan berminat menjadi guru, dan sebagian besar memilih profesi ini bukan karena panggilan hati, melainkan karena keterbatasan pilihan pekerjaan lain.

Beberapa faktor disinyalir menjadi penyebab menurunnya minat ini. Salah satunya adalah persepsi bahwa profesi guru tidak menawarkan kesejahteraan atau jenjang karier yang menarik, terutama bila dibandingkan dengan sektor swasta. Selain itu, gaji dan tunjangan yang dianggap belum memadai, khususnya bagi guru honorer, serta minimnya penghargaan secara sosial maupun profesional turut memperburuk citra profesi ini. Beban kerja guru yang berat, mencakup tugas administratif, penyusunan rencana pelajaran, penilaian, dan pengembangan karakter siswa, juga menjadi tantangan. Kurangnya pelatihan profesional yang memadai, terutama di daerah terpencil, dan kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran juga menjadi hambatan.

Menanggapi tantangan ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Abdul Mu'ti telah mengimplementasikan berbagai kebijakan sejak tahun 2025. Upaya ini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan guru melalui kenaikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru non-Aparatur Sipil Negara (ASN), pemberian insentif baru untuk guru non-ASN, serta bantuan subsidi bagi pendidik di jalur non-formal. Mekanisme penyaluran tunjangan juga disederhanakan agar lebih cepat, transparan, dan langsung dirasakan oleh guru di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memberikan beasiswa D4/S1 sebesar Rp 3 juta per semester sebagai bagian dari peningkatan kualifikasi guru. Pengembangan kapasitas guru juga diperkuat dalam berbagai bidang, termasuk pembelajaran mendalam, koding, kecerdasan artifisial, penguatan peran bimbingan konseling, matematika gembira, dan kepemimpinan sekolah. Pemerintah juga terus mendorong revitalisasi sarana dan prasarana pembelajaran, digitalisasi, serta pemberian insentif bagi guru ASN maupun guru honorer. Hingga saat ini, lebih dari 500 ribu guru honorer telah beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari target satu juta guru.

Meskipun profesi guru disebut sebagai pilihan mulia yang membentuk masa depan bangsa, penurunan minat dari Gen Z dan Alpha menjadi "alarm" serius bagi keberlanjutan kualitas pendidikan di Indonesia. Abdul Mu'ti menekankan pentingnya refleksi untuk menanamkan kembali komitmen dan niat dalam memilih profesi guru, serta memastikan dukungan yang layak bagi para pendidik agar dapat fokus sepenuhnya pada pengembangan siswa.