
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan melakukan perubahan signifikan terhadap skema program beasiswa mulai tahun 2026. Transformasi ini dirancang untuk memastikan beasiswa lebih tepat sasaran dan memberikan dampak langsung terhadap pembangunan nasional, dengan tiga arah utama yang meliputi akselerasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul dan industri masa depan, pendayagunaan sumber daya dalam negeri, serta pemberdayaan talenta dan alumni LPDP.
Perubahan pertama adalah pada fokus skema beasiswa untuk mengakselerasi pengembangan SDM unggul dan industri masa depan. LPDP akan mengarahkan pendanaan pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta non-STEM yang berorientasi industri, guna mendukung delapan sektor prioritas nasional: pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju. Pemerintah akan menetapkan prioritas program studi dan universitas kelas dunia sesuai kepentingan nasional, termasuk melalui program Joint, Dual, atau Double Degree. Hal ini menandai pergeseran dari kebebasan luas bagi pendaftar untuk memilih jurusan dan kampus, menjadi penentuan yang lebih terarah oleh pemerintah. Diperkirakan sekitar 80% alokasi beasiswa akan diarahkan ke jurusan STEM dan kecerdasan buatan (AI). Beasiswa juga akan disalurkan secara tematik sesuai kebutuhan industri nasional.
Arah perubahan kedua adalah pendayagunaan sumber daya dalam negeri. LPDP akan memperkuat fokus pada beasiswa dalam negeri, khususnya untuk bidang-bidang yang telah dikuasai oleh universitas di Indonesia. Selain itu, akan dikembangkan program Joint World Double Degree dengan universitas internasional, serta beasiswa doktor (S3) antarprofesor untuk mendukung riset prioritas nasional. Kolaborasi riset lintas universitas di Indonesia dan luar negeri ini diharapkan menghasilkan penelitian yang berdampak nyata bagi kepentingan bangsa.
Perubahan ketiga berpusat pada pendayagunaan talenta dan alumni LPDP. LPDP berencana mengintegrasikan proses beasiswa mulai dari sosialisasi, seleksi, pembekalan, hingga pengelolaan alumni. Upaya ini bertujuan untuk memaksimalkan kontribusi alumni pada sektor industri strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Skema pemberdayaan alumni akan melibatkan kemitraan dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga pemerintah, dan industri nasional, dengan kemungkinan kerja sama seperti ikatan dinas. Perhatian khusus juga akan diberikan kepada alumni Beasiswa Putra-Putri Papua dan daerah afirmasi lainnya.
Sejalan dengan transformasi skema ini, LPDP juga mengonfirmasi adanya pembatasan signifikan kuota penerimaan beasiswa pada tahun 2025 dan 2026. Penurunan ini dilakukan karena proyeksi arus kas (cash flow) LPDP yang ketat.