
Dunia pendidikan tinggi kembali menyoroti kualitas program studi keperawatan di Asia Tenggara. Berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings by Subject 2025, yang mengevaluasi 55 bidang studi individual, enam institusi pendidikan tinggi dari kawasan ini berhasil masuk dalam daftar kampus keperawatan terbaik. Salah satunya berasal dari Indonesia, menunjukkan standar keunggulan yang diakui secara global.
National University of Singapore (NUS) menempati posisi teratas sebagai kampus keperawatan terbaik di Asia Tenggara. Universitas ini juga menduduki peringkat ke-2 di Asia dan ke-8 secara global untuk bidang keperawatan. Program keperawatan di NUS ditawarkan di bawah Yong Loo Lin School of Medicine, yang dikenal dengan kurikulum berbasis bukti dan eksposur rumah sakit dini bagi mahasiswanya.
Dua kampus asal Thailand juga masuk dalam jajaran ini, yaitu Chiang Mai University dan Mahidol University. Mahidol University dikenal sebagai pelopor pendidikan kesehatan di Asia Tenggara dan memiliki program keperawatan dengan akreditasi global.
Dari Indonesia, Universitas Airlangga (Unair) berhasil masuk dalam daftar ini. Unair diakui sebagai kampus keperawatan terbaik secara nasional dan berada di jajaran lima besar Asia Tenggara berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2025. Fakultas Keperawatan Unair, yang berdiri sejak 2008, dikenal menghasilkan perawat profesional dalam hal keilmuan, sikap, dan keterampilan. Fakultas ini memiliki dua departemen dan lima program studi, serta pengajar yang masuk dalam 210 peneliti terbaik versi Google Scholar Metrik.
Sementara itu, Universiti Malaya (UM) turut mewakili Malaysia sebagai salah satu kampus keperawatan terbaik di Asia Tenggara. JPMC College of Health Sciences dari Brunei Darussalam juga diakui dengan program keperawatan komprehensifnya. Institusi ini menawarkan program sertifikasi Foundation in Science dan Bachelor of Science in Nursing, didukung oleh fasilitas canggih, staf pengajar berpengalaman, dan paparan klinis di dunia nyata.
Pemeringkatan ini tidak hanya menyoroti reputasi akademis, tetapi juga reputasi pemberi kerja, kutipan penelitian per makalah, indeks H, dan jaringan penelitian internasional, menjadikannya acuan penting bagi calon mahasiswa keperawatan.