
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden keenam Republik Indonesia, baru-baru ini mengungkapkan bahwa disertasi doktoralnya saat menempuh pendidikan S3 di IPB University menjadi fondasi dan visi-misi utama dalam pencalonannya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2004. Pernyataan ini disampaikan SBY dalam sebuah acara di IPB University di mana ia menerima penghargaan Super Alumni Prominent.
SBY, yang menempuh pendidikan Ekonomi Pertanian di IPB University dari tahun 2001 hingga 2004, menyelesaikan disertasinya yang berjudul "Upaya Mengurangi Kemiskinan Dan Pengangguran Melalui Pembangunan Pertanian dan Perdesaan, Ekonomi Politik Kebijakan Fiskal". Ia menjelaskan bahwa gagasan yang tertuang dalam disertasinya tersebut menjadi cikal bakal visi dan misi yang ia usung sebagai calon presiden, dan kemudian diintegrasikan menjadi bagian utama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) selama masa kepemimpinannya.
Dalam kesempatan tersebut, SBY menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian akademisnya di IPB. Ia menegaskan bahwa cetak biru pembangunan ekonomi yang diterapkan selama sepuluh tahun menjabat sebagai presiden berakar dari disertasinya tersebut. SBY secara resmi meraih gelar doktornya pada 3 Oktober 2004, meskipun sidang disertasinya berlangsung pada pertengahan September 2004, saat ia sudah berstatus sebagai calon presiden setelah putaran kedua Pilpres 2004.
Ia juga mengenang momen lucu sekaligus menegangkan saat menghadapi ujian disertasinya. SBY menceritakan bagaimana teman-temannya sempat menakut-nakuti mengenai ketatnya sidang doktoral di IPB, yang disebutnya berbeda dengan universitas lain. Bahkan, ia mengungkapkan ada seorang profesor penguji dari negara tetangga yang, setelah mengetahui bahwa SBY akan menjadi presiden, berkelakar bahwa "sayang sekali kalau hanya menjadi presiden, harusnya dia bisa jadi profesor di IPB ini."
Pernyataan SBY ini menyoroti bagaimana latar belakang pendidikan tinggi dapat berperan krusial dalam membentuk arah kebijakan negara, menjadikan penelitian akademis sebagai basis konseptual bagi agenda politik dan pembangunan nasional.