
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bergerak cepat menyiapkan berbagai skema bantuan komprehensif bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak parah akibat bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, di wilayah Sumatra. Bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 ini telah menyebabkan kerusakan luas dan menelan banyak korban. Hingga 5 Desember 2025, data resmi mencatat setidaknya 867 orang meninggal dunia, 512 orang hilang, dan lebih dari 3,3 juta jiwa terdampak langsung di 50 kabupaten/kota.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menegaskan komitmen universitas untuk memastikan keberlanjutan pendidikan mahasiswa di tengah situasi krisis ini. Pihak kampus tengah melakukan pendataan menyeluruh terhadap mahasiswa terdampak bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS. Mahasiswa yang keluarganya terdampak diimbau untuk segera melaporkan diri ke Direktorat Kemahasiswaan atau Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Bantuan yang disiapkan UNS mencakup beberapa skema, antara lain bantuan uang tunai, keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), hingga layanan pendampingan psikologis atau trauma healing. Bentuk bantuan akan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan masing-masing mahasiswa di lapangan.
Proses pendaftaran dan asesmen untuk program bantuan ini telah dibuka sejak 1 Desember hingga 11 Desember 2025. Penyaluran bantuan direncanakan akan dilakukan pada 12-17 Desember 2025. Mahasiswa dapat mendaftar melalui formulir daring di uns.id/MahasiswaTerdampakBencana.
Selain bantuan langsung kepada mahasiswa, UNS juga telah mengirimkan tim relawan ke Aceh pada 3 Desember 2025 untuk melakukan asesmen awal dan memberikan laporan dalam 24 jam pertama guna menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan. Penggalangan dana melalui program "UNS Peduli" juga terus berlangsung, di mana hingga 2 Desember 2025, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp100 juta. Inisiatif ini menunjukkan solidaritas dan kepedulian UNS terhadap sivitas akademika dan masyarakat luas yang sedang mengalami musibah.