
Pelajar di seluruh Indonesia yang memiliki minat pada bidang seni dan berencana melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 memiliki kesempatan untuk memilih dari tujuh institusi seni negeri terkemuka. Institusi-institusi ini menawarkan berbagai program studi, termasuk Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Animasi, yang kian relevan dengan pesatnya perkembangan industri kreatif nasional. Pendaftaran SNBP 2026 secara resmi telah memasuki tahapan registrasi akun SNPMB untuk sekolah mulai 5 hingga 26 Januari 2026, diikuti oleh pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) hingga 2 Februari 2026, dan pendaftaran SNBP bagi siswa pada 3 hingga 18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil pada 31 Maret 2026.
Tahun ini, kebijakan baru SNBP 2026 menetapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu syarat validasi nilai rapor bagi siswa yang eligible, menandai pergeseran dari ketergantungan semata pada nilai rapor. Panitia seleksi akan mempertimbangkan rata-rata nilai rapor dari semua mata pelajaran sejak semester 1 hingga 5. Ini menekankan pentingnya kompetensi holistik dan lintas disipliner, sebagaimana diungkapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengingat keberhasilan di masa depan memerlukan beragam kompetensi.
Ketujuh institusi seni negeri yang menjadi pilihan utama di SNBP 2026 adalah:
1. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Kampus ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi seni tertua di Indonesia, menawarkan program studi S1 Desain Komunikasi Visual, D4 Desain Media, dan D4 Animasi di Fakultas Seni Media Rekam.
2. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Berlokasi di Jawa Tengah, ISI Surakarta memiliki Fakultas Seni Rupa dan Desain yang mencakup program studi Desain Komunikasi Visual.
3. Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Institut ini terakreditasi A dan di Fakultas Seni Rupa dan Desain, calon mahasiswa dapat menemukan jurusan Desain Komunikasi Visual serta Kriya Animasi.
4. Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Di Sumatera Barat, kampus ini menawarkan program studi Desain Komunikasi Visual di Fakultas Seni Rupa dan Desain.
5. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. ISBI Bandung di Jawa Barat menyediakan program S1 Desain Komunikasi Visual di antara berbagai disiplin seni budaya dan media.
6. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh.
7. Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua. Institusi ini, yang didirikan pada 2014, memiliki program studi S1 Desain Komunikasi Visual dan Kriya Seni.
Pendidikan di institusi seni negeri ini memiliki peran strategis dalam menopang industri kreatif nasional. Menteri Ekonomi Kreatif, dalam kesempatan sebelumnya, menyatakan pentingnya kebijakan berbasis riset dan peran perguruan tinggi dalam mengoptimalkan hasil riset untuk pengembangan ekonomi kreatif. Lulusan program DKV dan Animasi sangat dibutuhkan dalam berbagai sektor, termasuk desainer grafis, ilustrator, animator, perancang produk, desainer web, hingga spesialis visual media sosial. Industri animasi di Indonesia terus berkembang, didukung oleh studio-studio besar yang memproduksi karya animasi lokal untuk pasar internasional.
Perguruan tinggi seni, seperti yang ditegaskan oleh Dirjen Diktiristek Ismunandar, harus mampu mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan mereka, mengingat kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi modal kuat dalam ekonomi kreatif global. Peran dunia pendidikan tinggi seni menjadi embrio para talenta muda dan motor penggerak kreativitas masyarakat. Dengan demikian, pilihan program studi DKV dan Animasi di tujuh institut seni negeri ini tidak hanya membuka peluang karir yang menjanjikan, tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekosistem industri kreatif Indonesia di masa depan.