Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Anomali Puma Patagonia: Predator Darat Ini Kini Berburu Penguin

2026-01-05 | 09:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T02:08:44Z
Ruang Iklan

Anomali Puma Patagonia: Predator Darat Ini Kini Berburu Penguin

Pumas (Puma concolor) di Monte León National Park, Patagonia Argentina, telah mengubah perilaku sosial dan pola perburuan mereka secara signifikan setelah mulai memangsa penguin Magellan (Spheniscus magellanicus) dalam beberapa tahun terakhir, sebuah adaptasi ekologis yang tidak terduga akibat upaya konservasi sebelumnya. Pergeseran diet predator puncak ini telah menghasilkan kepadatan populasi puma yang belum pernah tercatat sebelumnya di sekitar koloni penguin dan interaksi sosial yang lebih sering di antara kucing-kucing besar yang biasanya soliter, demikian temuan studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B.

Interaksi baru ini berakar pada sejarah intervensi manusia di lanskap Patagonia. Sepanjang abad ke-20, petani domba secara ekstensif memburu puma dan predator darat lainnya di wilayah pesisir Argentina, mendorong spesies tersebut hampir punah dari habitat aslinya. Kondisi ini secara tidak sengaja memungkinkan penguin Magellan, yang sebelumnya terbatas pada pulau-pulau lepas pantai untuk menghindari pemangsa, untuk membangun koloni daratan yang besar, beberapa di antaranya menampung hingga 40.000 pasang perkembangbiakan. Monte León National Park, yang didirikan pada tahun 2004 melalui donasi lahan seluas 170.000 hektar, berperan penting dalam memungkinkan populasi puma untuk pulih dan kembali ke wilayah tersebut.

Ketika puma-puma ini kembali, mereka menghadapi ekosistem yang telah berubah secara radikal. Penguin Magellan di daratan ternyata menjadi mangsa yang melimpah, mudah ditemukan, dan tidak memiliki pertahanan terhadap kucing besar. "Ini adalah kombinasi dari dua faktor kunci bagi puma: ada begitu banyak penguin, dan mereka mudah ditangkap," kata Mitchell Serota, seorang ahli ekologi dari University of California, Berkeley, yang memimpin studi tersebut. Studi yang melacak 14 puma dewasa dengan kalung GPS dan menggunakan jebakan kamera antara tahun 2019 hingga 2023 menunjukkan bahwa sembilan dari puma tersebut memasukkan penguin ke dalam diet mereka.

Pergeseran diet ini secara langsung memengaruhi perilaku puma. Kucing-kucing yang memangsa penguin ditemukan memiliki kepadatan populasi lebih dari dua kali lipat konsentrasi tertinggi yang pernah tercatat di Argentina, terutama di dekat koloni penguin. Mereka menjadi lebih menetap, mengurangi jangkauan pergerakan mereka secara signifikan, dan mempertahankan wilayah yang lebih kecil selama musim kawin penguin (September hingga Maret). Ketika penguin bermigrasi ke laut selama musim panas, puma-puma ini memperluas jangkauan mereka hingga dua kali lipat, beralih kembali ke mangsa tradisional seperti guanaco (Lama guanicoe).

Yang paling mengejutkan adalah perubahan dalam interaksi sosial. Puma, yang umumnya dikenal sebagai hewan soliter dan teritorial, menunjukkan toleransi yang jauh lebih besar terhadap satu sama lain ketika mereka memangsa penguin. Para peneliti mendokumentasikan 254 interaksi antara puma pemakan penguin, dibandingkan dengan hanya empat pertemuan antara puma yang tidak memangsa penguin. Sebagian besar pertemuan ini terjadi dalam jarak 1 kilometer dari koloni penguin, menunjukkan bahwa sumber makanan yang melimpah dan terkonsentrasi mengurangi persaingan dan mendorong kebersamaan.

Emiliano Donadio, Direktur Ilmiah Rewilding Argentina dan salah satu penulis studi tersebut, menjelaskan bahwa perubahan ini menunjukkan adaptabilitas luar biasa dari puma. "Puma yang mengonsumsi penguin lebih banyak berinteraksi dengan puma lain, karena mereka berada di koloni atau sekitarnya, serta memiliki wilayah yang lebih kecil dan bergerak lebih sedikit, karena mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mencari mangsanya," ujar Donadio. Dia juga mencatat bahwa melalui perburuan penguin, puma secara harfiah membawa nutrisi laut ke daratan, karena sisa-sisa penguin pada akhirnya menyuburkan tanaman di darat.

Meskipun perilaku baru ini menandai keberhasilan dalam pemulihan populasi puma, data menunjukkan bahwa koloni penguin Magellan di Monte León National Park saat ini tidak terancam. Populasi penguin ditemukan stabil dan bahkan tumbuh. Namun, para ahli mengingatkan bahwa situasi ini menimbulkan implikasi yang kompleks untuk manajemen konservasi. Jake Goheen, seorang ahli ekologi di Iowa State University yang tidak terlibat dalam penelitian, memperingatkan bahwa "karnivora sedang diperkenalkan kembali ke ekosistem yang tidak selalu menyerupai ekosistem yang menyebabkan mereka punah secara lokal."

Mitchell Serota juga menekankan potensi "efek domino" pada vegetasi dan hewan lain di wilayah tersebut, karena puma dan guanaco merupakan pasangan predator-mangsa dominan di Patagonia. Javier Ciancio, seorang ahli biologi di CONICET, menambahkan bahwa ini adalah "situasi kompleks bagi orang-orang yang melakukan pengelolaan area tersebut, karena Anda memiliki dua spesies asli yang berinteraksi" dengan cara yang berbeda dari sebelum aktivitas manusia mengubah ekosistem. Penemuan ini menggarisbawahi pelajaran yang lebih luas bahwa restorasi satwa liar di lanskap yang telah berubah tidak hanya "mengatur ulang" ekosistem ke kondisi sebelumnya, melainkan dapat menciptakan interaksi yang sama sekali baru yang membentuk kembali perilaku dan populasi hewan dengan cara yang tidak terduga.