
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa Angka Nitisastro untuk program magister (S2) dan doktor (S3) periode 2026, memperluas akses bagi lulusan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program beasiswa penuh ini, yang pendaftarannya berlangsung dari 5 hingga 28 Januari 2026, dirancang untuk menarik talenta riset unggul guna memperkuat kapasitas akademik dan ekosistem penelitian di ITS.
Langkah ITS ini mengindikasikan komitmen universitas dalam merespons kebutuhan mendesak akan peneliti muda yang tangguh dan visioner di tengah dinamika perubahan global yang cepat, meliputi teknologi, energi, hingga kesehatan. Beasiswa Angka Nitisastro menawarkan pembebasan biaya kuliah penuh selama empat semester untuk jenjang S2 dan enam semester untuk S3. Selain itu, penerima beasiswa juga akan menerima tunjangan biaya hidup sebagai asisten peneliti, dengan nominal Rp 2 juta per bulan untuk mahasiswa S2 dan Rp 3 juta per bulan untuk mahasiswa S3. Sebanyak 84 kursi dialokasikan untuk program ini, yang mensyaratkan pendaftar untuk melamar program hibah riset Top Tier atau Riset Kolaborasi Indonesia Skema A (RKI-A).
Beasiswa ini terbuka untuk umum, tidak terbatas pada alumni ITS, dengan kriteria ketat untuk menjaga kualitas. Pendaftar program S2 wajib memiliki IPK S1 minimal 3,25 dan usia maksimal 27 tahun, sementara pendaftar S3 harus memiliki IPK S2 minimal 3,50 dan usia maksimal 30 tahun. Seluruh jenjang pendidikan sebelumnya (S1 untuk S2, serta S1 dan S2 untuk S3) harus berasal dari program studi yang terakreditasi minimal "Unggul" atau "A". Proses pendaftaran dan seleksi dilakukan secara daring melalui situs resmi admisi ITS, dengan awal perkuliahan dijadwalkan pada 23 Februari 2026.
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS, Prof. Dr. Eng. Chastine Fatichah, menyatakan bahwa pendidikan pascasarjana merupakan bagian integral dari upaya ITS untuk menjaga relevansi pengetahuan dan mendorong budaya pembelajaran seumur hidup, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas. Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS, Dr. Eng. Ardyono Priyadi, menambahkan bahwa skema beasiswa ini dirancang agar mahasiswa terlibat langsung sebagai asisten peneliti, memberikan pengalaman akademik dan penelitian yang intensif. Keterlibatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan bergelar tinggi, tetapi juga membentuk peneliti muda yang siap berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional.
Komitmen ITS terhadap pendidikan pascasarjana telah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pada semester genap 2021, jumlah pendaftar program pascasarjana ITS mengalami peningkatan signifikan hingga 300 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 705 orang. Ini mencerminkan meningkatnya minat terhadap pendidikan lanjutan dan peran ITS sebagai pusat unggulan. Selain Beasiswa Angka Nitisastro, ITS juga menawarkan berbagai program beasiswa lain seperti Fast Track, Fresh Graduate, PMDSU, dan Beasiswa Unggulan, serta mendukung program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kebijakan inklusif yang membuka beasiswa bagi lulusan kampus lain menggarisbawahi upaya ITS untuk memperluas jaring talentanya secara nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto juga menyoroti pentingnya beasiswa S2 dan S3 yang selaras dengan target pertumbuhan industri dan pembangunan nasional, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita, dengan target 5.750 penerima beasiswa LPDP pada 2026. Ini menempatkan inisiatif ITS dalam konteks strategi nasional untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing secara global.