Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BRIN Hadirkan Aplikasi AI Inovatif untuk Guru, Perkuat Pembelajaran Mendalam

2026-01-08 | 02:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T19:55:03Z
Ruang Iklan

BRIN Hadirkan Aplikasi AI Inovatif untuk Guru, Perkuat Pembelajaran Mendalam

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi meluncurkan platform berbasis kecerdasan artifisial (AI) bernama Asistenguru.id pada 12 Desember 2025, bertujuan meringankan beban administratif guru di Indonesia dan memungkinkan pendidik lebih fokus pada substansi pembelajaran. Inovasi yang dikembangkan oleh Pusat Riset Pendidikan BRIN ini dilengkapi dengan fitur pembelajaran mendalam, sebuah langkah strategis untuk mengintegrasikan teknologi canggih dalam ekosistem pendidikan nasional.

Peluncuran Asistenguru.id, yang juga dikenal sebagai Asisten Guru AI Kontekstual, berlangsung dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Gedung Widya Graha, Jakarta. Peneliti Pusat Riset Pendidikan BRIN, Dr. Syahrul Ramadhan, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang dari riset lapangan untuk membantu tenaga pendidik dalam menyusun perencanaan, administrasi, dan asesmen secara lebih efisien dan kontekstual sesuai kebutuhan wilayah. Syahrul menegaskan bahwa AI ini berfungsi sebagai asisten dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran fundamental guru di dalam kelas, melainkan mengoptimalkan waktu mengajar. Pernyataan ini sejalan dengan pandangan Kepala Pusat Riset Pendidikan BRIN, Trina Fizzanty, yang sebelumnya mengutarakan bahwa peran afektif guru tidak dapat digantikan oleh AI, meskipun teknologi dapat membantu tugas-tugas administratif.

Pengembangan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa banyak guru di Indonesia belum cakap dalam memanfaatkan AI dibandingkan dengan siswa. Aplikasi ini mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan berbagai pilihan "prompting" atau perintah AI yang telah disesuaikan dengan kebutuhan setiap bidang studi dan kurikulum yang berlaku, seperti Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Fitur pembelajaran mendalam pada Asistenguru.id memungkinkan analisis kebutuhan siswa dan rekomendasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan serta karakter individu peserta didik, sehingga mendorong proses belajar yang lebih personal dan efektif. BRIN mengadopsi tiga pendekatan AI dalam perancangan aplikasi ini: AI in learning (integrasi AI ke dalam proses belajar mengajar), AI for learning (pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran), dan AI as learning (proses guru mempelajari AI itu sendiri).

Kondisi pendidikan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan signifikan yang diharapkan dapat diatasi oleh inovasi semacam ini. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menunjukkan bahwa sekitar 18 ribu desa di Indonesia belum memiliki satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mengakibatkan jutaan anak usia dini belum mendapatkan layanan memadai. Selain itu, mutu PAUD juga memprihatinkan, dengan hanya 54,8 persen satuan PAUD yang terakreditasi minimal B, dan baru sekitar 57 persen dari 628 ribu guru PAUD berpendidikan sarjana. Staf Ahli IT Kemdikdasmen, Mochamad Abduh, menyoroti kendala infrastruktur di wilayah tertinggal yang diperparah oleh hasil PISA 2022, di mana literasi dan numerasi siswa Indonesia masih di bawah standar minimum. Penelitian BRIN sebelumnya juga menunjukkan bahwa meskipun banyak guru Indonesia akrab dengan AI, kemampuan mereka dalam memodifikasi konten yang dihasilkan AI agar sesuai dengan kebutuhan siswa masih terbatas, dan kesadaran akan risiko misinformasi dari AI masih rendah.

Asistenguru.id diharapkan dapat menjadi katalisator bagi transformasi digital pendidikan di Indonesia, mendukung kebijakan pemerintah seperti Inpres Nomor 7 Tahun 2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran. Dengan mengalihkan beban administratif, guru dapat mencurahkan lebih banyak energi pada interaksi pedagogis dan pengembangan karakter siswa, yang menurut Trina Fizzanty, tidak dapat digantikan oleh teknologi. Namun, implementasi teknologi ini juga memerlukan perhatian serius terhadap kesenjangan digital antara perkotaan dan perdesaan, serta kebutuhan akan pelatihan guru yang komprehensif dan berkelanjutan. BRIN menyatakan bahwa aspek keamanan data dan etika penggunaan AI menjadi prioritas utama. Inisiatif ini menandai upaya konkret dalam memajukan kualitas pendidikan dan memastikan kesiapan guru menghadapi era pembelajaran yang semakin adaptif dan berbasis teknologi.