Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Inisiatif Unhan Mengangkat Kesehatan dan Literasi Digital di Aceh Tamiang

2026-01-13 | 23:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T16:11:51Z
Ruang Iklan

Inisiatif Unhan Mengangkat Kesehatan dan Literasi Digital di Aceh Tamiang

Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia akan menyalurkan donasi obat-obatan dan dukungan pembelajaran digital kepada masyarakat Aceh Tamiang, Aceh, mulai 18 Januari hingga 18 Februari 2026. Aksi ini merupakan bagian integral dari Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI, sebuah respons terhadap dampak bencana banjir dan longsor yang parah di wilayah tersebut pada akhir November 2025 yang melumpuhkan layanan kesehatan dan pendidikan.

Rektor Unhan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, MMDS, MA, menyatakan bahwa donasi obat-obatan ini tidak hanya sebatas dukungan logistik kesehatan, melainkan juga simbol kuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi pertahanan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan industri farmasi nasional. Ia menegaskan, Latsitardanus menjadi momentum strategis dalam membentuk karakter kadet sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki kepedulian sosial, empati, serta semangat bela negara, sekaligus sarana pengabdian nyata kepada masyarakat.

Inisiatif pengumpulan donasi ini digagas oleh Dekan Fakultas Farmasi Militer (FFM) Unhan RI, Prof. Dr. apt. Yahdiana Harahap, MS, sebagai wujud kepedulian dan peran aktif Unhan RI dalam mendukung aspek kesehatan pada kegiatan pengabdian masyarakat. Kepala Pusat Kesehatan TNI (Kapuskes TNI), Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda, SpPD, MARS, CFrA, menambahkan bahwa donasi obat ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Aceh. Dukungan juga datang dari Lembaga Farmasi TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta industri farmasi nasional seperti PT Kimia Farma Tbk, PT Dexa Medica, dan PT Novell Pharmaceutical Laboratories.

Sektor pendidikan digital juga menerima kontribusi signifikan. ILMCI Group, melalui CEO & Founder Dr. Ir. Hj. Ilham Habibie, MBA, menyerahkan 500.000 PIN E-Learning yang akan disalurkan kepada warga Aceh Tamiang. Donasi ini krusial mengingat kondisi pascabanjir di Aceh Tamiang yang menyebabkan puluhan fasilitas pendidikan rusak dan 70 sekolah belum aktif beroperasi per Januari 2026.

Banjir besar pada akhir November 2025 mengakibatkan lumpuhnya sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu) Desa Sekumur yang mengalami kerusakan bangunan dan kehilangan alat-alat kesehatan esensial. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia juga sempat terendam hingga tiga meter, menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas medis dan prasarana vital. Pasca-bencana, Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang, yang dipicu oleh kondisi lingkungan pascabanjir, sanitasi suboptimal, dan kepadatan di lokasi pengungsian. Bidan Pustu Desa Sekumur, Siti Aisya, mengungkapkan harapannya agar pelayanan kesehatan dapat segera pulih.

Dukungan Unhan RI dan para mitranya diharapkan dapat menunjang kelancaran pelayanan kesehatan serta aktivitas pengabdian masyarakat selama Latsitardanus, memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat penerima manfaat. Langkah ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah pusat dan daerah dalam pemulihan pascabencana, termasuk pemerataan akses internet untuk mendukung pendidikan yang diupayakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) di daerah terpencil.