:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada tahun 2026 akan diperingati pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah. Momen istimewa ini, yang diakui sebagai hari libur nasional di Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, menandai perjalanan malam luar biasa yang dilakoni Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dilanjutkan dengan kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha, sebagai penerima wahyu langsung dari Allah SWT terkait perintah shalat lima waktu.
Perjalanan Isra Miraj, yang secara luas disepakati para ulama terjadi secara fisik dan spiritual, berlangsung sekitar tahun 620-621 Masehi, pada periode kenabian sebelum hijrah ke Madinah. Peristiwa ini datang sebagai pelipur lara bagi Nabi Muhammad setelah kehilangan paman dan istrinya, Khadijah, dalam "Tahun Kesedihan" (Amul Huzni), menegaskan dukungan ilahi di tengah tantangan dakwah. Allah SWT mengabadikan peristiwa Isra dalam Surah Al-Isra ayat 1, yang mengisyaratkan kebesaran dan kekuasaan-Nya. Dalam perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad bertemu dengan para nabi sebelumnya di setiap lapisan langit, yang menurut para ulama, melambangkan kesatuan risalah kenabian dan ajaran tauhid.
Untuk memperingati malam Isra Miraj, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah guna memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan-amalan ini, yang tidak bersifat wajib namun sangat dianjurkan, meliputi memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampunan, memperbanyak zikir, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Zikir seperti "La haula walaa quwwata illa billah" dapat menjadi amalan rutin yang memiliki keutamaan di malam ini.
Selain itu, umat Muslim dapat melaksanakan shalat sunnah, seperti shalat sunnah mutlaq atau shalat hajat, serta memperbanyak doa pada malam yang diyakini penuh keberkahan ini. Beberapa ulama juga menyarankan puasa sunnah di bulan Rajab secara umum, meskipun tidak ada dalil shahih yang mengkhususkan puasa tepat pada tanggal 27 Rajab untuk Isra Miraj. Namun, puasa sunnah pada bulan-bulan haram seperti Rajab tetap memiliki keutamaan.
Prof. M. Quraish Shihab mendefinisikan Isra sebagai perjalanan malam dan Miraj sebagai alat untuk naik, menekankan bahwa Isra Miraj adalah dua perjalanan dalam satu malam yang sarat makna. Peristiwa ini secara fundamental membentuk pilar utama Islam dengan diturunkannya perintah shalat lima waktu, sebuah ibadah yang menjadi sarana komunikasi langsung hamba dengan Tuhannya dan pengingat akan pentingnya menjaga hubungan spiritual. Perayaan Isra Miraj tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga momentum refleksi kolektif umat Islam untuk menguatkan akidah dan mengimplementasikan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan iman dalam kehidupan sehari-hari.