
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membuka gelombang kedua pendaftaran Program Pendidikan Teknik Informatika (PPTI) angkatan 2026, yang akan ditutup pada 31 Januari 2026. Beasiswa ini menawarkan pendidikan intensif gratis selama 2,5 tahun bagi lulusan SMA jurusan IPA atau SMK jurusan terkait Teknik Informatika/Ilmu Komputer yang berprestasi, lengkap dengan uang saku bulanan, fasilitas asrama, hingga jaminan penawaran kerja di BCA setelah kelulusan. Program ini berlokasi di BCA Learning Institute, Sentul City, Bogor, Jawa Barat.
Program PPTI BCA, yang merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) di bawah payung Bakti BCA, secara historis telah menjadi saluran vital bagi pengembangan talenta teknologi informasi di Indonesia. Sejak diluncurkan pada tahun 1996, program ini telah mencetak ratusan alumni, dengan 99 persen di antaranya bergabung sebagai karyawan tetap BCA setelah menyelesaikan pendidikan. Hera F. Haryn, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi informasi di era digital ini untuk membangun industri perbankan yang adaptif dan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus mempersiapkan generasi muda untuk berkontribusi secara nyata.
PPTI Batch 2 tahun 2026 ini mensyaratkan pelamar berusia maksimal 19 tahun saat mendaftar, memiliki rata-rata nilai rapor minimal 7,50 untuk kelas X, XI, dan XII, serta rata-rata nilai Matematika atau nilai produktif minimal 7,50. Pelamar juga harus tidak pernah tinggal kelas, tidak terlibat narkoba atau pelanggaran hukum, serta mampu berbahasa Inggris setidaknya dalam membaca. Selain bebas biaya pendidikan, peserta akan menerima laptop, buku pelajaran, fasilitas makan siang, serta berkesempatan magang di unit kerja BCA.
Tawaran beasiswa ini hadir di tengah tantangan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa partisipasi pendidikan tinggi masih suboptimal, dengan Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Indonesia pada 2023 hanya mencapai sekitar 32 hingga 36,3 persen, jauh di bawah tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun 2023, sekitar 3,57 juta lulusan SMA tidak melanjutkan ke universitas, seringkali terhambat oleh biaya pendidikan tinggi yang mahal dan kapasitas perguruan tinggi negeri yang terbatas. Dalam konteks ini, Beasiswa PPTI BCA berperan sebagai jembatan penting, menyediakan jalur pendidikan non-gelar yang terfokus pada keahlian spesifik yang sangat dibutuhkan pasar kerja, terutama di sektor teknologi perbankan yang terus berkembang pesat.
Implikasi jangka panjang dari program seperti PPTI BCA sangat signifikan. Dengan menyediakan pendidikan berkualitas tinggi dan jaminan karier, BCA tidak hanya berinvestasi pada individu tetapi juga pada ekosistem talenta digital nasional. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, mengurangi kesenjangan antara kualifikasi lulusan dan kebutuhan industri, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global. Pendekatan terintegrasi yang mencakup pendidikan teknis, pengembangan soft skill, dan pengalaman kerja langsung memastikan bahwa lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga kesiapan profesional yang tinggi.