Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KIP Kuliah 2026: Catat Tanggal Pendaftaran Resmi!

2026-01-07 | 18:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T11:41:35Z
Ruang Iklan

KIP Kuliah 2026: Catat Tanggal Pendaftaran Resmi!

Siswa kelas XII dan lulusan dua tahun sebelumnya yang berkeinginan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 diproyeksikan dapat memulai pendaftaran akun pada awal Februari 2026, selaras dengan pembukaan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Meskipun jadwal resmi dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) belum diterbitkan, pola pendaftaran tahun-tahun sebelumnya menunjukkan sinkronisasi erat dengan lini masa Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB).

Berdasarkan agenda SNBP 2026 yang telah dirilis panitia SNPMB, pendaftaran SNBP akan dibuka pada 3 Februari 2026. Dengan merujuk pada kebiasaan, pendaftaran KIP Kuliah untuk jalur SNBP diperkirakan akan dibuka sehari sebelumnya, yakni pada 2 Februari 2026, dan akan ditutup pada 17 Februari 2026, mengikuti jadwal penutupan SNBP. Pembuatan akun KIP Kuliah sendiri memiliki rentang waktu yang lebih panjang, diperkirakan mulai 4 Februari hingga 23 November 2026, memungkinkan pendaftar mengikuti jalur SNBP, Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT), maupun jalur mandiri perguruan tinggi. Untuk jalur UTBK-SNBT, pendaftaran diperkirakan berlangsung dari 11 Maret hingga 27 Maret 2026, sementara jalur mandiri PTN/PTS akan dibuka antara Juni hingga November 2026. Calon pendaftar sangat disarankan untuk memantau laman resmi kip-kuliah.kemdikbud.go.id secara berkala mulai Januari 2026 untuk informasi terbaru.

KIP Kuliah merupakan instrumen krusial pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik namun terkendala ekonomi. Sejak diluncurkan sebagai penyempurnaan dari program Bidikmisi, KIP Kuliah telah berhasil menjembatani kesenjangan akses pendidikan bagi jutaan mahasiswa di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya membebaskan biaya kuliah sesuai ketentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kampus, tetapi juga menyediakan bantuan biaya hidup bulanan yang bervariasi antara Rp800.000 hingga Rp1.500.000, bergantung pada klaster wilayah domisili mahasiswa. Ketersediaan bantuan finansial ini memungkinkan mahasiswa untuk fokus pada studi tanpa beban finansial yang memberatkan, suatu kondisi yang seringkali menjadi penghalang utama bagi keberlanjutan pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Sony Hartono Wijaya dari Tim Teknis KIP Kuliah 2025 menekankan pentingnya bagi siswa untuk mendaftar akun KIP Kuliah terlebih dahulu sebelum mengikuti berbagai jenis seleksi masuk perguruan tinggi. Strategi ini akan mempermudah proses sinkronisasi data calon penerima KIP Kuliah dengan data pendaftar SNPMB, serta memberikan informasi awal kepada perguruan tinggi mengenai calon mahasiswa berhak KIP Kuliah. Calon penerima berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin, terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), atau memenuhi kriteria ekonomi alternatif seperti pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) jenjang sebelumnya, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau memiliki penghasilan gabungan orang tua/wali maksimal Rp4.000.000 per bulan atau Rp750.000 per anggota keluarga per bulan. Program ini juga mencakup penyandang disabilitas, siswa afirmasi dari wilayah 3T, serta anak-anak terdampak bencana alam dan konflik sosial. Dengan kuota penerima yang diproyeksikan mencapai sekitar 200.000–220.000 mahasiswa baru pada tahun 2026, KIP Kuliah terus menjadi pilar utama dalam upaya pemerintah mewujudkan pemerataan pendidikan tinggi di Indonesia.