
Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana strategis pemerintah untuk membangun 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi, dengan target penerimaan mahasiswa dimulai pada awal tahun 2028. Pengumuman ini disampaikan Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di London, Inggris, pada Selasa, 20 Januari 2026. Inisiatif ini merupakan respons langsung terhadap defisit signifikan tenaga medis di Indonesia, yang saat ini diperkirakan kekurangan sekitar 140.000 dokter.
Indonesia saat ini hanya menghasilkan sekitar 9.000 dokter setiap tahunnya, sebuah angka yang jauh dari ideal untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus bertambah dan mengganti dokter yang pensiun. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada tahun 2023, rasio dokter di Indonesia baru mencapai sekitar 0,60 per 1.000 penduduk, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang merekomendasikan 1 dokter per 1.000 penduduk. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-139 dari 194 negara dan terendah ketiga di ASEAN, di bawah Malaysia (2,29) dan Singapura (2,46) per 1.000 penduduk. Bahkan pada Oktober 2024, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) mencatat jumlah dokter di Indonesia mencapai 287.390, namun persebarannya tidak merata dan sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, khususnya Pulau Jawa.
Rencana pembangunan 10 universitas baru ini akan menggandeng perguruan tinggi terkemuka di Inggris dan akan menerapkan standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris, serta menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Prabowo juga menyatakan bahwa universitas-universitas ini akan menawarkan beasiswa penuh bagi mahasiswa terbaik dan siap menerima dosen serta profesor asing untuk menjaga kualitas akademik. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyatakan dukungannya terhadap rencana ini, namun menekankan pentingnya akses pendidikan yang terjangkau dan jaminan kualitas pengajar serta kurikulum yang relevan. Ia juga mengingatkan agar pembangunan kampus baru tidak mengabaikan penguatan fakultas kedokteran yang sudah ada.
Langkah ini mencerminkan upaya strategis pemerintah untuk mengatasi tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas dan pemerataan tenaga medis di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan perbatasan. Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 100 fakultas kedokteran, dengan data terakhir dari Kemendikbudristek pada Februari 2024 menunjukkan 115 fakultas kedokteran, sementara Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) bahkan menyebut angka 117. Namun, hanya sekitar 20 hingga 21 dari fakultas tersebut yang mampu menghasilkan dokter spesialis, dengan produksi sekitar 3.000 dokter spesialis baru per tahun, sementara biaya pendidikan dokter spesialis sangat tinggi. Hal ini menimbulkan tantangan serius terkait kualitas dan ekosistem pendidikan kedokteran yang kompleks dan mahal.
Implikasi dari pembangunan 10 universitas kedokteran dan sains ini akan sangat luas. Selain potensi peningkatan jumlah dokter umum dan spesialis, inisiatif ini dapat mendorong riset dan pengembangan di bidang sains dan teknologi. Kolaborasi internasional diharapkan dapat membawa standar pendidikan global ke Indonesia, meningkatkan daya saing lulusan, dan menarik talenta terbaik. Namun, tantangan besar yang harus diatasi meliputi pendanaan yang berkelanjutan, ketersediaan dosen berkualitas (baik domestik maupun asing), pembangunan infrastruktur yang memadai, serta penjaminan kualitas pendidikan agar tidak mengulang masalah yang ada pada fakultas kedokteran yang sudah ada. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengklarifikasi bahwa tidak semua dari 10 kampus tersebut akan menjadi kampus kedokteran, namun fokus pada bidang medis akan menjadi prioritas. Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada perencanaan yang matang, implementasi yang transparan, dan komitmen jangka panjang untuk menjaga mutu pendidikan di tengah kebutuhan mendesak akan tenaga kesehatan.