Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mendikdasmen Luncurkan Transformasi Sekolah Tangerang Raya: Intip Daftar Lengkapnya

2026-01-15 | 10:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T03:00:39Z
Ruang Iklan

Mendikdasmen Luncurkan Transformasi Sekolah Tangerang Raya: Intip Daftar Lengkapnya

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 untuk 96 sekolah di Tangerang Raya pada Rabu, 14 Januari 2026, di SD Ruhama Labschool UHAMKA, Tangerang Selatan, menyusul tuntasnya 95 persen proyek nasional yang menelan anggaran Rp16,9 triliun. Program ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan yang selama ini menghadapi tantangan signifikan, terutama dengan lebih dari 60 persen ruang kelas sekolah dasar di Indonesia berada dalam kondisi rusak pada tahun ajaran 2024/2025.

Inisiatif revitalisasi ini mencakup pembangunan unit sekolah baru, renovasi bangunan yang ada, serta penambahan fasilitas vital seperti toilet, perpustakaan, dan laboratorium. Untuk wilayah Tangerang Raya, yang meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang, alokasi bantuan mencapai Rp105 miliar. Rincian 96 satuan pendidikan yang direvitalisasi terdiri dari 3 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 23 Sekolah Dasar (SD), 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 30 Sekolah Menengah Atas (SMA), 21 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 2 Sekolah Luar Biasa (SLB), dan 4 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Menteri Mu'ti menekankan bahwa program ini bertujuan mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Seorang siswa kelas VI, Fajar, mengungkapkan kegembiraannya atas kondisi sekolah yang kini lebih baik dan bersih.

Secara lebih luas, program revitalisasi satuan pendidikan nasional tahun 2025 menargetkan 16.171 sekolah di seluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp16,9 triliun. Mendikdasmen Mu'ti menjelaskan bahwa 95 persen proyek telah rampung, dan sisa 5 persen diharapkan selesai bertahap hingga akhir Januari 2026. Penundaan penyelesaian sebagian kecil proyek disebabkan oleh kendala teknis di lapangan, termasuk faktor cuaca dan kondisi geografis. Khusus di Provinsi Banten, total nilai bantuan revitalisasi mencapai Rp380 miliar untuk 323 sekolah, terdiri dari 15 PAUD, 107 SD, 75 SMP, 52 SMA, 60 SMK, 8 SLB, 1 SKB, dan 5 PKBM.

Angka kerusakan infrastruktur pendidikan yang tinggi menjadi latar belakang urgensi program ini. Data menunjukkan, selain SD, ruang kelas SMP juga menghadapi masalah serupa, dengan hanya 50,33 persen yang berada dalam kondisi baik. Kondisi ini menghambat efektivitas proses belajar-mengajar dan dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Revitalisasi diprioritaskan untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama akibat bencana alam.

Ke depan, pemerintah menunjukkan komitmen yang lebih besar terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan target ambisius untuk merevitalisasi 71.000 satuan pendidikan pada tahun 2026. Angka ini meningkat drastis dari rencana awal 11.700 sekolah, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati menyambut baik perluasan program ini, menegaskan bahwa perbaikan sekolah bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjawab kondisi riil di lapangan. Implementasi program ini diharapkan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, merata, dan modern, mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.