Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kesempatan Emas Pendidikan: 49 Sekolah Swasta Gratis di Depok, Pendaftaran 2026 Dibuka

2026-01-21 | 17:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T10:05:24Z
Ruang Iklan

Kesempatan Emas Pendidikan: 49 Sekolah Swasta Gratis di Depok, Pendaftaran 2026 Dibuka

Pemerintah Kota Depok akan kembali membuka pendaftaran program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Juni 2026, dengan melibatkan 49 sekolah swasta yang siap menerima peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses pendidikan menengah pertama tanpa biaya bagi masyarakat Depok, terutama bagi keluarga yang tidak tertampung di sekolah negeri atau menghadapi kendala finansial. Pendaftaran akan dilakukan secara daring melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang saat ini tengah dimatangkan mekanismenya oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Program RSSG menjadi respons konkret Pemerintah Kota Depok terhadap amanat putusan Mahkamah Konstitusi serta Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945 yang mewajibkan negara menggratiskan pendidikan dasar sembilan tahun. Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu solusi untuk mengakomodasi tingginya harapan masyarakat terhadap pendidikan gratis, mengingat keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Pada tahun ajaran 2025/2026 sebelumnya, program ini berhasil menggratiskan biaya pendidikan bagi 2.470 siswa di 49 sekolah yang tergabung. Beberapa sekolah swasta seperti SMP Gelora Depok, SMP Tunas Bangsa, dan SMP Bina Adzkia mencatat minat tertinggi dari calon peserta didik.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Depok, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa pelaksanaan RSSG tahun ajaran 2026/2027 tidak banyak mengalami perubahan sistem. Pendaftaran tetap dibuka untuk kelas VII dengan kuota terbatas di 49 sekolah yang tersebar di 11 kecamatan di Depok. Setiap siswa yang diterima dalam program ini akan mendapatkan bantuan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp3 juta per tahun atau Rp250 ribu per bulan, yang secara efektif meniadakan biaya pendidikan bagi mereka. Muhammad Yusuf juga mengimbau orang tua calon siswa untuk bersiap karena kuota yang tersedia terbatas dan persaingan diprediksi ketat. Meskipun demikian, Disdik Depok memastikan bahwa proses penerimaan akan transparan, tidak diskriminatif, dan berkeadilan.

Transformasi sistem pendaftaran dari luring menjadi daring pada tahun ini menandai upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan program. Siti Chaerijah Aurijah, Kepala Disdik Kota Depok, sebelumnya menjelaskan bahwa program RSSG juga berupaya memastikan semua warga Depok memiliki akses pendidikan yang sama dan layak, dengan pembiayaan uang pangkal, SPP bulanan, dan seragam ditanggung oleh Pemerintah Kota Depok. Dukungan terhadap kebijakan sekolah swasta gratis ini juga datang dari DPRD Depok, di mana lima fraksi secara tegas menyatakan komitmen untuk mengawal program ini sebagai wujud keberpihakan terhadap warga kurang mampu. Keberlanjutan program RSSG diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif untuk pemerataan akses pendidikan berkualitas di Depok, mengurangi disparitas antara sekolah negeri dan swasta, serta memastikan hak dasar pendidikan terpenuhi bagi seluruh lapisan masyarakat.