Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peluang Emas Unair 2026: 3 Syarat Golden Ticket Terungkap, Pameran Ini Jadi Penentu Lolos!

2026-01-11 | 10:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T03:35:39Z
Ruang Iklan

Peluang Emas Unair 2026: 3 Syarat Golden Ticket Terungkap, Pameran Ini Jadi Penentu Lolos!

Surabaya, Universitas Airlangga (UNAIR) telah menetapkan tiga kriteria esensial bagi calon mahasiswa yang berambisi meraih Jalur Golden Ticket 2026, sebuah program penerimaan khusus yang memberikan tiket masuk tanpa tes seleksi. Salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah keikutsertaan dalam Airlangga Education Expo (AEE) 2026, sebuah pameran pendidikan tahunan yang kini menjadi elemen krusial dalam proses seleksi ini.

Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Dr. Achmad Solihin SE MSi, menegaskan bahwa AEE 2026 bukan sekadar ajang promosi program studi, melainkan bagian integral dari proses penilaian jalur Golden Ticket. Calon pendaftar wajib memenuhi tiga syarat utama. Pertama, mereka harus berstatus eligible untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Kedua, Universitas Airlangga harus menjadi pilihan program studi pertama dalam formulir pendaftaran SNBP. Ketiga, calon mahasiswa harus memiliki bukti sertifikat keikutsertaan dalam AEE 2026.

Jalur Golden Ticket, yang telah menjadi program tahunan UNAIR, bertujuan menjaring calon mahasiswa berprestasi luar biasa, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Prestasi yang diakui mencakup berbagai capaian, mulai dari olimpiade, kepemimpinan (seperti ketua OSIS), olahraga, hingga penghafal kitab suci dari seluruh agama yang diakui di Indonesia. Pendekatan ini mencerminkan upaya universitas untuk mendiversifikasi basis mahasiswanya dan memberikan kesempatan kepada individu yang mungkin memiliki skor akademik marginal namun memiliki talenta dan dedikasi luar biasa di bidang lain. Pada tahun 2024, jalur ini menarik 1.405 peserta, dengan 57 di antaranya berhasil mendapatkan "golden ticket" murni. Angka ini meningkat signifikan pada tahun 2025, ketika 3.155 siswa mendaftar dan 770 diumumkan sebagai nominator.

Implikasi kebijakan ini meluas pada strategi seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia. Dr. Solihin menjelaskan bahwa penerimaan melalui Golden Ticket tidak mengurangi kuota jalur reguler SNBP. Sebaliknya, mahasiswa yang diterima melalui jalur ini merupakan penambahan kuota di luar alokasi SNBP yang telah ditetapkan, memberikan keuntungan ganda bagi universitas dan calon mahasiswa. Universitas Airlangga menerapkan seleksi ketat, di mana penilaian mencakup linearitas prestasi dengan program studi yang dipilih, bobot prestasi (tingkat dan peringkat kejuaraan), serta kredibilitas penyelenggara sertifikat. "Jika prestasi dianggap belum mencukupi, Golden Ticket bisa saja tidak diberikan," kata Dr. Solihin.

Dari perspektif historis, jalur Golden Ticket ini merupakan respons UNAIR terhadap kebutuhan untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi talenta di luar metrik akademik konvensional. Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih, pada kesempatan sebelumnya, menekankan transparansi proses ini dan tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah yang mungkin masih tertinggal atau belum memiliki rekam jejak alumni yang kuat di UNAIR. Ini menunjukkan komitmen universitas untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang. Seiring dengan peningkatan persaingan masuk perguruan tinggi negeri, jalur seperti Golden Ticket menjadi semakin relevan dalam memastikan bahwa sistem pendidikan tinggi dapat mengakomodasi spektrum bakat yang lebih luas, bukan hanya mereka yang unggul dalam ujian standar.