Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Simulasi TKA SD-SMP 2026 Tersedia: Dapatkan Link dan Panduan Akses Lengkapnya

2026-01-20 | 01:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-19T18:41:45Z
Ruang Iklan

Simulasi TKA SD-SMP 2026 Tersedia: Dapatkan Link dan Panduan Akses Lengkapnya

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi meluncurkan platform simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), menawarkan kesempatan latihan substansial menjelang pelaksanaan TKA utama pada April 2026. Inisiatif ini menandai langkah signifikan dalam reformasi asesmen nasional, menyediakan akses awal bagi jutaan siswa untuk membiasakan diri dengan format dan substansi tes yang bersifat tidak wajib namun strategis bagi jenjang pendidikan selanjutnya.

Platform simulasi, yang dapat diakses melalui portal resmi Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka, serta "Ruang Murid" pada platform Rumah Pendidikan, memungkinkan peserta didik kelas 6 SD/MI/sederajat dan kelas 9 SMP/MTs/sederajat untuk menguji kemampuan mereka dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Proses aksesnya melibatkan pemilihan jenjang pendidikan, mata uji, dan pengisian data singkat setelah login dengan kredensial dummy yang disediakan sistem. Pendaftaran TKA SD-SMP 2026 sendiri telah dibuka sejak 19 Januari 2026 dan akan berlangsung hingga 28 Februari 2026.

Tes Kemampuan Akademik merupakan asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa secara objektif dan terstandar, mengintegrasikan serta menggantikan skema Asesmen Nasional (AN) yang sebelumnya diterapkan terpisah. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan TKA bukan penentu kelulusan dan tidak bersifat wajib. Ia menyatakan, tujuan utama TKA adalah memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif, yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menambahkan, TKA adalah kelanjutan dari TKA 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen dari total peserta terdaftar pada pelaksanaan sebelumnya.

Meskipun tidak wajib, nilai TKA memiliki peran signifikan sebagai salah satu komponen penilaian dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi akademik. Ini berarti, bagi siswa yang menargetkan sekolah lanjutan unggulan, persiapan melalui simulasi dan partisipasi dalam TKA menjadi krusial. TKA dirancang untuk mengukur pemahaman mendalam, kemampuan berpikir kritis, penalaran, dan aplikasi konsep dalam situasi nyata, bukan sekadar hafalan materi. Pertanyaan-pertanyaan dalam tes akan terbagi menjadi soal tunggal dan soal grup, dengan tipe pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks, dan pilihan ganda kompleks model kategori.

Namun, implementasi TKA tidak luput dari tantangan dan kekhawatiran. Beberapa pengamat pendidikan menyuarakan potensi tekanan psikologis pada siswa, serupa dengan yang terjadi pada Ujian Nasional (UN) di masa lalu, jika TKA tidak dirancang dan dikelola dengan hati-hati. Kekhawatiran juga muncul mengenai kesenjangan infrastruktur digital antar daerah, yang dapat memengaruhi kesiapan sekolah dan siswa dalam menghadapi asesmen berbasis komputer ini. Para ahli pendidikan seperti Darmaningtyas dari Taman Siswa menekankan pentingnya agar TKA difokuskan pada pengembangan kemampuan siswa secara holistik, bukan sekadar mengejar angka.

Kemendikdasmen mendorong siswa, guru, dan satuan pendidikan untuk memanfaatkan sarana pembelajaran yang telah disediakan. Melalui simulasi, peserta didik diharapkan dapat mengenal pola soal, tingkat kesulitan, serta mekanisme pengerjaan asesmen berbasis komputer yang akan diterapkan pada TKA 2026, membantu kesiapan akademik dan mental siswa. Gladi bersih TKA SMP akan dilaksanakan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, dan TKA SD pada 2 hingga 8 Maret 2026, diikuti dengan gladi bersih final pada 9-17 Maret 2026. Pengumuman hasil TKA secara nasional direncanakan pada 24 Mei 2026.

Pergeseran paradigma evaluasi pendidikan ini, dari sekadar pengukuran hasil akhir menjadi pemetaan kemampuan akademik yang lebih kontekstual dan berkelanjutan, diharapkan dapat memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik. Namun, keberhasilan jangka panjang TKA akan sangat bergantung pada adaptasi kurikulum, pelatihan guru yang merata, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai di seluruh wilayah Indonesia.