
Alfabet Inggris modern yang kita kenal saat ini dengan 26 hurufnya, ternyata pernah memiliki 27 huruf, dengan simbol ampersand (&) mengisi posisi terakhir yang kini hilang dari daftar abjad resmi. Simbol yang awalnya adalah ligatur dari kata Latin "et" (yang berarti "dan") ini, secara historis diajarkan sebagai bagian integral dari alfabet, terutama di kalangan siswa abad ke-19 di Inggris.
Ampersand, yang secara etimologis berasal dari frasa "and per se and"—berarti "dan, dengan sendirinya, adalah kata 'dan'"—dipandang sebagai karakter ke-27 setelah huruf Z. Simbol ini, yang kemunculan pertamanya dapat ditelusuri hingga grafiti anonim di Pompeii pada abad ke-1 Masehi, adalah hasil penggabungan huruf 'e' dan 't' oleh juru tulis Romawi untuk efisiensi penulisan. Popularitasnya meroket selama Renaisans, di mana para juru tulis mengasosiasikannya dengan kemegahan Romawi kuno dan memasukkannya ke dalam gaya huruf Romawi.
Penghilangan ampersand dari alfabet tidak sepenuhnya jelas, namun sebuah teori populer mengaitkannya dengan "Lagu ABC" modern. Versi lagu ini, yang dipatenkan pada tahun 1835 oleh seorang penerbit musik Amerika, tidak menyertakan ampersand, bertepatan dengan periode ketika simbol tersebut mulai kehilangan posisinya dalam pengajaran abjad. Selain itu, alasan lain yang mungkin adalah sifatnya yang unik sebagai satu-satunya "huruf" yang tidak merepresentasikan suara ucapan, melainkan sebuah kata atau konsep utuh. Beberapa ahli linguistik kontemporer mengklasifikasikan ampersand sebagai logogram atau ligatur, bukan huruf dalam pengertian fonetik.
Meskipun tidak lagi dianggap sebagai bagian dari alfabet formal, ampersand tetap menjadi simbol yang sangat lazim dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya. Penggunaannya meluas dalam nama bisnis, merek dagang (seperti Marks & Spencer atau Procter & Gamble), serta sebagai pilihan gaya dalam penulisan non-formal. Pergeseran statusnya dari "huruf" menjadi "simbol" mencerminkan dinamika evolusi bahasa dan sistem penulisan yang terus-menerus beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi. Keberadaan ampersand hari ini menjadi pengingat akan sejarah alfabet yang lebih cair dan fleksibel dari yang kita bayangkan, di mana fungsi dan konvensi dapat mengubah identitas sebuah karakter dalam sistem penulisan.