
Universitas Gadjah Mada (UGM) menetapkan sejumlah program studi dengan biaya kuliah relatif terjangkau melalui skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun akademik 2024/2025. Kebijakan ini menegaskan komitmen institusi terhadap aksesibilitas pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu.
Sistem UKT di UGM dirancang dengan kategori Pendidikan Unggul dan Pendidikan Unggul Bersubsidi, yang terbagi dalam lima hingga enam kelompok pembayaran berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua atau wali mahasiswa. Kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 100 persen, atau yang sering disebut UKT Kelompok 1 dan 2, menetapkan biaya Rp 0 per semester bagi mahasiswa dengan kondisi ekonomi paling membutuhkan, berlaku untuk semua program studi di UGM. Ini merupakan representasi biaya kuliah termurah yang mutlak, memastikan bahwa hambatan finansial tidak menghalangi calon mahasiswa berprestasi.
Untuk mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria subsidi penuh namun tetap memerlukan biaya yang proporsional, UGM menyediakan opsi UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi 75 persen (seringkali setara dengan UKT Kelompok 3). Sejumlah program studi di kluster Sosio-Humaniora menonjol dengan besaran UKT Kelompok 3 terendah.
Berikut adalah 10 program studi sarjana (S1) di UGM dengan biaya kuliah terendah berdasarkan UKT Kelompok 3 (Pendidikan Unggul Bersubsidi 75%) dan rentang maksimal hingga UKT Pendidikan Unggul (tanpa subsidi) untuk tahun akademik 2024/2025:
1. S1 Filsafat: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.889.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.557.000 per semester.
2. S1 Sosiologi: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.889.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.557.000 per semester.
3. S1 Bahasa dan Sastra Prancis: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
4. S1 Sastra Arab: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
5. S1 Bahasa dan Sastra Indonesia: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
6. S1 Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
7. S1 Bahasa dan Kebudayaan Korea: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
8. S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
9. S1 Pariwisata: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 1.900.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 7.600.000 per semester.
10. S1 Sastra Inggris: UKT Kelompok 3 sebesar Rp 2.256.000, dengan UKT Pendidikan Unggul mencapai Rp 9.025.000 per semester.
Penetapan UKT ini, seperti dijelaskan dalam laman resmi UGM, bertujuan untuk memastikan pendidikan unggul dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia secara berkeadilan. Sekretaris Universitas UGM, Andi Sandi, turut menggarisbawahi bahwa Iuran Pengembangan Institusi (IPI) tidak dibebankan kepada mahasiswa baru yang masuk melalui jalur SNBP, SNBT, dan Seleksi Mandiri yang termasuk dalam kategori UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi, menegaskan upaya kampus dalam meringankan beban finansial mahasiswa kurang mampu.
Fleksibilitas dalam struktur biaya kuliah UGM memiliki implikasi signifikan terhadap keberagaman mahasiswa yang dapat mengakses pendidikan berkualitas. Dengan menyediakan opsi UKT yang bervariasi, termasuk subsidi penuh, UGM tidak hanya memperluas kesempatan bagi calon mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak siswa berprestasi untuk melanjutkan studi tanpa terbebani kekhawatiran finansial, yang pada gilirannya akan memperkaya dinamika akademik dan sosial di lingkungan kampus serta mendukung pencetakan sumber daya manusia unggul yang inklusif untuk masa depan bangsa.