Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

BNPB Intervensi Cuaca Sumatera: Rekayasa Awan, Redistribusi Curah Hujan

2025-11-28 | 21:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T14:32:06Z
Ruang Iklan

BNPB Intervensi Cuaca Sumatera: Rekayasa Awan, Redistribusi Curah Hujan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melancarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara serentak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai respons cepat terhadap bencana hidrometeorologi parah yang melanda wilayah tersebut. Operasi ini bertujuan untuk menghalau awan hujan dan meredistribusi curah hujan, khususnya menggeser potensi hujan dari daratan ke lautan, guna mengurangi risiko bencana susulan dan mempercepat penanganan darurat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menjelaskan bahwa OMC merupakan bagian dari upaya mitigasi jangka pendek untuk mempercepat penanganan darurat banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Operasi ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Pelaksanaan OMC dimulai di Sumatera Utara pada Kamis, 27 November 2025, dengan pengerahan pesawat dari Posko Bandara Kualanamu. Hingga saat ini, empat sorti penerbangan telah diselesaikan dengan menaburkan total 3.200 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO). Di Aceh, operasi secara resmi dimulai pada Jumat, 28 November 2025, menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda. Sementara itu, untuk Sumatera Barat, OMC dijadwalkan akan mulai beroperasi pada Sabtu, 29 November 2025, dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau. BNPB juga telah menyiapkan satu pesawat cadangan untuk mengantisipasi jika diperlukan penebalan operasi di salah satu provinsi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, di Bandara Halim Perdanakusuma pada Jumat, 28 November 2025, menegaskan bahwa pemerintah mengalihkan curah hujan dari wilayah padat penduduk ke area lautan untuk meringankan kondisi lapangan. Cuaca ekstrem yang memicu bencana di Sumatera sebelumnya dipengaruhi oleh Siklon Tropis Senyar yang telah menunjukkan tanda-tanda pelemahan dan bergerak menjauhi Indonesia menuju Malaysia. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena kemunculan Siklon Tropis Koto di bagian utara Sumatera yang berpotensi mempengaruhi cuaca di Aceh dan Sumatera Utara.

Sebagai tindak lanjut penanganan bencana, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa Posko Darurat telah dibentuk di Tarutung, Tapanuli Utara, untuk mengkoordinasikan semua upaya penanganan bencana secara terpadu. Fokus utama penanganan darurat adalah operasi pencarian dan penyelamatan korban, disusul pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pemulihan pascabencana. Pengerahan bantuan logistik juga dilakukan secara masif, termasuk pengiriman pesawat helikopter dan pesawat jenis caravan untuk evakuasi dan distribusi logistik. Per Jumat, 28 November 2025, cuaca di Sumatera Utara dilaporkan mulai cerah, dan OMC akan dipertahankan untuk memastikan tidak ada pembentukan awan hujan besar dalam beberapa hari ke depan.