:strip_icc()/kly-media-production/medias/4840923/original/066809800_1716467767-Ilustrasi_haji__Ka_bah__Islami__muslim.jpg)
Doa-doa merupakan inti dari perjalanan spiritual ibadah haji, menjadi bacaan utama yang dipanjatkan jemaah di Tanah Suci dalam setiap tahapan rukun, wajib, dan sunah haji. Dari mulai niat ihram hingga tawaf wada, setiap momen diisi dengan munajat tulus kepada Allah SWT.
Prosesi haji diawali dengan niat ihram. Saat mengenakan pakaian ihram dan setelah salat sunah ihram di miqat, jemaah melafalkan niat. Salah satu lafaz niat haji adalah "Nawaitul ḫajja wa aḫramtu bihî lillâhi ta'âlâ" yang berarti "Aku niat melaksanakan haji dan berihram karena Allah Ta'ala". Setelah itu, jemaah dianjurkan untuk terus melantunkan talbiyah: "Labbaykallā humma Labbaikh. Labbayka lā Syarīka Laka Labbaik. Innal Hamda Wa Ni'mata Lakawal Mulk Lā Syarīka lakaa" yang artinya "Aku datang memenuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku datang. Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, semua nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu Ya Allah". Talbiyah ini mengiringi perjalanan menuju Mekah dan selama pelaksanaan ibadah.
Setibanya di Mekah, jemaah melaksanakan tawaf, yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dari Hajar Aswad. Pada setiap putaran tawaf, terdapat doa-doa khusus yang dapat dibaca. Saat memulai tawaf, disunahkan menghadap Hajar Aswad dan membaca "Bismillāhi wallāhu akbar" diikuti doa "Allāhumma īmānan bika, wa tashdīqan bi kitābika, wa wafā'an bi 'ahdika, wattibā'an li sunnati nabiyyika Muhammadin shallallāhu 'alayhi wa sallama". Doa pada tiga putaran pertama tawaf juga dapat berisi permohonan agar haji menjadi mabrur, dosa diampuni, dan sa'i disyukuri. Doa setelah tawaf meliputi permohonan pembebasan dari api neraka, perbaikan urusan dunia dan akhirat, serta ampunan dosa.
Setelah tawaf, jemaah melaksanakan sa'i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah. Sa'i dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Saat mendekati Bukit Safa atau sebelum memulai sa'i, jemaah membaca doa yang mengagungkan Allah dan Rasul-Nya, seperti "Bismillāh irrahmānirrahīm. Abda'u bimā badā Allahu bihi wa rasuluh. Innasshafā wal marwata min sya'āairillāh". Doa ini juga mencakup pernyataan bahwa tidak ada dosa bagi yang mengerjakan sa'i antara keduanya dan bahwa Allah Maha Penerima Kebaikan lagi Maha Mengetahui. Di antara dua pilar hijau (bagi laki-laki disunahkan berlari-lari kecil), jemaah dapat memanjatkan doa kebaikan dunia dan akhirat.
Puncak ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Momen ini dianggap sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa. Jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, tahlil, doa, talbiyah, dan tadarus Al-Qur'an. Beberapa doa yang dianjurkan saat wukuf adalah doa memohon ampunan, rahmat, kebaikan di dunia dan akhirat, serta keteguhan dalam tobat. Salah satu doa yang disunahkan adalah "Lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah lahul mulk wa lahul hamd wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr".
Selepas wukuf, jemaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam (mabit) dan mengumpulkan kerikil untuk melontar jumrah. Waktu berdoa di Muzdalifah, terutama setelah salat Maghrib dan Isya hingga menjelang fajar, diyakini sangat mustajab. Doa saat tiba di Muzdalifah antara lain "Allāhumma inna hādzihī muzdalifatu jumi'at fīhā alsinatun muhtalifatun, tas'aluka hawā ija mutanawwi'atan faj'alnī mimman da'āka fastajabta lahu watawakkala 'alaika fakaffaitahu yā arhamarrāhimīn". Jemaah juga banyak memanjatkan doa kebaikan dunia dan akhirat, "Rabbanā ātinā fid-dunyā hasanah, wa fil-ākhirati hasanah, wa qinā 'adzābannār".
Selanjutnya, jemaah menuju Mina untuk mabit dan melaksanakan melontar jumrah di tiga tiang: Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah. Saat tiba di Mina, disunahkan membaca doa "Allāhumma hādzihī minā famnun 'alayya bimā mananta bihi 'alā awliyā'ika wa ahli thā'atik". Saat melempar jumrah, jemaah mengucapkan "Bismillāhi wallāhu akbar" dan dapat diikuti doa memohon haji yang mabrur dan sa'i yang disyukuri, serta ampunan dosa.
Tahapan penting lainnya adalah tahallul, yaitu mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda berakhirnya masa ihram. Doa saat tahallul mencakup permohonan ampunan dosa dan peningkatan derajat di sisi Allah. Setelah tahallul, doa yang dibaca adalah ungkapan syukur atas selesainya manasik dan permohonan peningkatan iman serta ampunan bagi diri sendiri, orang tua, dan seluruh Muslimin.
Terakhir, sebelum meninggalkan Mekah, jemaah melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan. Doa-doa selama tawaf wada berisi permohonan ampunan, rahmat, serta harapan untuk dapat kembali lagi ke Tanah Suci.
Keseluruhan rangkaian doa ini mencerminkan harapan dan ketundukan jemaah haji, menjadikannya pilar utama dalam meraih haji yang mabrur dan keberkahan dari Allah SWT.