
Seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyuarakan kritik terhadap pelaksanaan tes fisik dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN), menekankan perlunya prioritas pada tes integritas. Kritikan ini datang dari Anggota Komisi XI DPR, Fathi, yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Direktur Utama Badan Layanan Umum (BLU) PKN STAN di Jakarta pada Selasa, 16 September 2025.
Fathi menyatakan keprihatinannya mengenai tes kebugaran yang mencakup kegiatan seperti push up dan lari. Meskipun mengakui pentingnya kebugaran, ia berargumen bahwa tes integritas seharusnya menjadi yang lebih diutamakan. Ia juga menyoroti adanya kasus di mana calon mahasiswa tanpa riwayat sakit tertentu didiagnosis memiliki penyakit saat tes, namun hasil cek mandiri menunjukkan sebaliknya, yang menimbulkan kebingungan.
Menanggapi kritik tersebut, Direktur PKN STAN, Evy Mulyani, menjelaskan bahwa pengujian integritas calon mahasiswa sudah dilakukan sejak awal melalui Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan wawancara. Dalam SKD, terdapat Tes Intelegensi Umum dan Tes Wawasan Kebangsaan yang mencakup aspek nasionalisme, kejujuran, kedisiplinan, dan integritas. Selain itu, Evy menambahkan bahwa dalam tahapan wawancara juga terdapat indikator khusus untuk menilai integritas calon mahasiswa. Ia mengakui bahwa efektivitas pendekatan ini akan terus dievaluasi. Terkait tes kesehatan, Evy menyatakan bahwa pelaksanaannya dilakukan oleh dokter rumah sakit pemerintah setempat.
Seleksi masuk PKN STAN tahun 2025 sendiri terdiri dari beberapa tahapan, meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan tiga tahapan seleksi lanjutan. Tes Kesehatan dan Kebugaran merupakan bagian dari Seleksi Lanjutan 2. Materi tes fisik pada seleksi PKN STAN sebelumnya dilaporkan mencakup lari, pull up, dan shuttle run.
Pentingnya integritas bagi lulusan PKN STAN juga telah berulang kali ditekankan oleh pejabat tinggi negara. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, misalnya, pernah meminta para wisudawan PKN STAN untuk senantiasa mengedepankan integritas dalam menjaga uang negara demi mewujudkan Indonesia Maju, mengingat peran mereka sebagai penjaga keuangan negara. Pejabat negara lainnya juga menegaskan bahwa yang dicari oleh PKN STAN adalah integritas, ketekunan, dan kemauan belajar.