
Pemerintah Inggris kini mengizinkan mahasiswa magister (S2) dan PhD (S3) asal Gaza yang menerima beasiswa untuk membawa pasangan serta anak mereka ke Inggris. Keputusan ini, yang diumumkan pada akhir Oktober 2025, menandai perubahan kebijakan sebelumnya yang melarang mahasiswa membawa anggota keluarga.
Kebijakan baru ini berlaku bagi mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Inggris, seperti Beasiswa Chevening, atau bagi mereka yang menempuh program doktor dan gelar berbasis penelitian lainnya. Keluarga mahasiswa yang memenuhi syarat perlu mengajukan permohonan visa tanggungan pelajar. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya hidup, yakni sebesar £6.120 per tahun jika studi dilakukan di luar London, atau £7.605 per tahun jika studi di London.
Juru bicara pemerintah Inggris menyatakan bahwa mahasiswa dari Gaza telah mengalami cobaan berat setelah dua tahun konflik dan kesulitan yang tak terbayangkan, sehingga kebijakan ini diharapkan membantu mereka membangun kembali hidup dan studi di universitas-universitas di Inggris. Pemerintah menegaskan akan mendukung evakuasi tanggungan mahasiswa yang memenuhi syarat berdasarkan aturan imigrasi dan dilakukan secara "kasus per kasus".
Perubahan kebijakan ini merupakan hasil dari kampanye dan lobi yang ekstensif dari anggota parlemen, akademisi, dan kelompok hak asasi manusia. Sebelumnya, sejumlah mahasiswa terpaksa membatalkan penerimaan kuliah mereka karena tidak ingin meninggalkan anak-anaknya di Gaza.
Hingga saat ini, sekitar 75 mahasiswa Palestina telah tiba di Inggris sejak program evakuasi bagi penerima beasiswa penuh dimulai. Namun, Dr. Nora Parr, seorang akademisi yang mengoordinasikan upaya dukungan bagi mahasiswa Gaza, mengungkapkan bahwa pengumuman ini sejauh ini hanya membantu sejumlah kecil mahasiswa yang memenuhi syarat, dan masih ada puluhan mahasiswa program magister yang belum bisa mengevakuasi keluarga mereka. Kendala lain juga mencakup kesulitan bagi beberapa mahasiswa untuk menyelesaikan pemeriksaan biometrik yang diperlukan untuk aplikasi visa karena situasi di Gaza.