Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lonjakan Minat Green Jobs Dorong Kemendikti Kaji Beasiswa Spesial

2025-11-27 | 17:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T10:03:06Z
Ruang Iklan

Lonjakan Minat Green Jobs Dorong Kemendikti Kaji Beasiswa Spesial

Minat generasi muda Indonesia terhadap pekerjaan hijau atau "green jobs" menunjukkan peningkatan signifikan, mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mempertimbangkan program beasiswa khusus di bidang ini. Hal tersebut diungkapkan seiring dengan kesadaran global akan perubahan iklim dan urgensi pengembangan ekonomi berkelanjutan.

Survei terbaru menunjukkan tingginya ketertarikan anak muda pada pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Menurut laporan UNICEF, 33% anak muda Indonesia tertarik untuk bekerja di sektor ramah lingkungan pada tahun 2025. Sementara itu, survei Koaksi Indonesia bersama BOI Research pada tahun 2024 mencatat 76% responden muda siap terjun ke pekerjaan hijau setelah memahami makna dan peluangnya. Bahkan, survei oleh Suara Mahasiswa UI (SUMA UI) dan Yayasan Indonesia CERAH pada tahun 2023 menemukan 71% mahasiswa percaya bahwa pekerjaan hijau menawarkan peluang karier yang menarik.

Merespons tren ini, Prof. Ardi Findyartini, Direktur Sistem Pembelajaran Transformasi Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan beasiswa khusus untuk bidang green jobs. Beasiswa ini tidak hanya ditujukan bagi jenjang S2 dan S3, tetapi juga untuk mahasiswa S1. Prof. Ardi menekankan adanya kebutuhan global akan tenaga ahli di sektor ini dan berharap Indonesia dapat memiliki keahlian yang fokus pada green jobs, mengingat peran penting negara sebagai "paru-paru dunia".

Peran perguruan tinggi sangat krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk green jobs. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, sebelumnya telah mengajak perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk aktif mencetak talenta hijau yang adaptif terhadap transformasi global menuju ekonomi hijau. Kemendiktisaintek sendiri telah menerapkan komponen green jobs dalam kurikulum, menekankan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Pemerintah memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja hijau akan melonjak. Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan sekitar 1,5 juta tenaga kerja baru akan dibutuhkan untuk mengisi sektor-sektor hijau di masa mendatang. Proyeksi dari Bappenas dan United Nations Development Programme (UNDP) bahkan menyebutkan peluang hingga 4,4 juta pekerjaan baru tercipta sampai tahun 2030 di Indonesia yang membutuhkan "green skills".

Meskipun minat tinggi, anak muda masih menghadapi tantangan seperti kurangnya informasi dan akses, serta keterbatasan keterampilan. Beasiswa khusus ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan tersebut. Pekerjaan hijau sendiri mencakup beragam sektor, mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, pertanian berkelanjutan, pariwisata ramah lingkungan, manajemen karbon, hingga perlindungan lingkungan.

Langkah Kemendiktisaintek untuk mempertimbangkan beasiswa khusus green jobs merupakan upaya strategis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi hijau dan memastikan kesiapan generasi muda menghadapi pasar kerja masa depan yang berkelanjutan.