
Sebanyak 24 mahasiswa dari 11 program studi Universitas Pelita Harapan (UPH) berhasil menggagas berbagai inovasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025, dengan total pendanaan mencapai Rp32,4 juta. Proses seleksi ketat untuk pendanaan PKM 2025 berlangsung dari 2 Mei hingga 2 Juni 2025, dan pengumuman hasil pendanaan dilakukan pada 3 Juli 2025. Selanjutnya, evaluasi tim untuk PIMNAS 2025 dilaksanakan selama bulan Oktober hingga November 2025.
Inovasi-inovasi yang dihasilkan mencakup berbagai bidang, termasuk riset eksakta, riset sosial humaniora, karya inovatif, hingga video gagasan konstruktif, dengan fokus pada solusi untuk lingkungan, pendidikan, dan kesehatan.
Di antara proyek-proyek yang menonjol adalah "PeLaut: Teknologi Pintar untuk Menjaga Terumbu Karang," yang dikembangkan untuk memantau dan memetakan kondisi bawah laut secara akurat dan berkelanjutan menggunakan sistem berbasis hydrophone dan drone LiDAR. Tim ini, yang dipimpin oleh Joandra Abbyqaell Taniara dari Biologi 2021, bersama anggota Christopher Nathanael Thamrin (Teknik Elektro 2021), Daniel Elia Firmansyah (Biologi 2021), Dave Immanuel Kandou (Desain Komunikasi Visual 2023), dan Ivan Tandrian (Ilmu Komunikasi 2023), di bawah bimbingan Dr. Reinhard Pinontoan, berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp6,75 juta dalam kategori PKM-Video Gagasan Konstruktif (VGK) dan melaju ke PIMNAS 2025.
Dalam bidang pendidikan, tim mahasiswa UPH menggagas "STEMduino Inklusif: Pendidikan Teknologi yang Menjangkau Semua Kalangan." Proyek ini bertujuan melatih siswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dalam pembuatan alat sederhana seperti penyiram tanaman otomatis, pemilah sampah, dan lampu sensor cahaya bertenaga surya. Tim PKM-RSH ini mendapatkan hibah sebesar Rp7,25 juta. Desinta Yamasan Rusli (Sistem Informasi 2023) memimpin tim ini bersama Chintya Angel King (Sistem Informasi 2023), Charlene Silver (Sistem Informasi 2023), Selvy Alexandra (Informatika 2023), dan Priscilla (Informatika 2023), dengan dosen pembimbing Ade Maulana, S.Kom., M.T.I.
Inovasi lainnya yang berfokus pada lingkungan dan kesehatan adalah "Nano Essence Biji Anggur: Inovasi Kecantikan Ramah Lingkungan." Proyek ini dikembangkan oleh lima mahasiswa Program Studi Farmasi UPH yang dipimpin oleh Bryan Nakatomi Tantowi (2024), bersama Angelina Wijaya (2024), Cheryl Victoria (2024), Klemasia Maria Yohana (2023), dan Livya Virginia Pieky (2023), di bawah bimbingan apt. Yesiska Kristina Hartanti, S.Farm., M.Pharm.Sci. Mereka meneliti formulasi nano essence anti-hiperpigmentasi dari ekstrak biji anggur.
Selain itu, UPH juga menghadirkan "Talkie Buddy: Boneka AI untuk Atasi Speech Delay pada Anak," sebuah boneka interaktif berbasis Generative AI yang dirancang untuk membantu anak prasekolah melatih kemampuan bicara. Inovasi dari UPH Kampus Medan ini menggabungkan IoT, text-to-speech, dan AI generatif untuk interaksi dua arah yang alami, serta terhubung dengan aplikasi seluler untuk memantau perkembangan bicara anak. Proyek ini juga berhasil lolos ke PIMNAS 2025. Sebuah penelitian berjudul "Perbandingan Hubungan Perilaku Makan dan Indeks Massa Tubuh (IMT): Studi Lintas Budaya pada Mahasiswa Indonesia dan Korea Selatan" juga digagas oleh lima mahasiswa Prodi Psikologi UPH angkatan 2023, yang terdiri dari Caleb Theophilus Gideon, Jessica Cecilia, Nisrina Rania, Grace Elsa Natasha Situmeang, dan Cira Vidante.
Capaian mahasiswa ini menegaskan komitmen UPH dalam menumbuhkan budaya akademik yang produktif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan ini turut mengantarkan UPH meraih penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Terproduktif dalam Program Kreativitas Mahasiswa Skema Insentif 2025 Klaster IV. Penghargaan ini diterima oleh Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, sebagai hasil sinergi kuat antara mahasiswa, dosen pembimbing, program studi, dan fakultas. Direktur Belmawa Kemdikstisaintek, Dr. Benny Bandanadjaja, menekankan bahwa PKM adalah wujud nyata pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang mendorong kreativitas mahasiswa.