Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peluang Emas Atlet: Kemendikbudristek Buka 200 Kuota Beasiswa S1 Perdana

2025-11-30 | 22:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-30T15:29:37Z
Ruang Iklan

Peluang Emas Atlet: Kemendikbudristek Buka 200 Kuota Beasiswa S1 Perdana

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) secara resmi meluncurkan Beasiswa S1 Atlet Berprestasi 2025, sebuah program komprehensif yang dirancang khusus bagi para atlet berprestasi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memastikan para atlet dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengorbankan karier mereka di dunia olahraga, sekaligus mengembangkan potensi mereka di bidang sains dan teknologi.

Pada tahap awal pelaksanaannya di tahun 2025, beasiswa ini telah disalurkan kepada 200 atlet berprestasi. Untuk inisiatif ini, Kemendiktisaintek mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,8 miliar. Para penerima beasiswa awal ini tersebar di 70 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, termasuk institusi seperti Akademi Olahraga Prestasi Nasional, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menjelaskan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mengapresiasi dan merekognisi talenta muda Indonesia. Program ini juga diharapkan dapat memfasilitasi atlet agar memiliki kematangan secara sains dan teknologi, serta mempersiapkan mereka untuk karier setelah pensiun dari dunia olahraga.

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Syska Hutagalung, menegaskan bahwa Beasiswa S1 Atlet Berprestasi adalah amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden-Wakil Presiden poin 4 butir 58, yang mengamanatkan sekolah negeri dan perguruan tinggi untuk menyediakan minimal 5% beasiswa bagi peserta didik berprestasi, termasuk atlet nasional. Program ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, sehat, dan produktif.

Persyaratan utama bagi calon penerima beasiswa ini adalah meraih juara 1, 2, atau 3 pada ajang olahraga tingkat nasional maupun internasional. Contoh ajang tersebut meliputi Olimpiade, Asian Games, South East Asian (SEA) Games, Pekan Olahraga Nasional (PON), serta kejuaraan resmi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atau induk organisasi cabang olahraga. Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan penuh, mulai dari awal hingga lulus, serta bantuan biaya hidup sehari-hari.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, menambahkan bahwa perkiraan biaya kuliah setiap atlet mencapai Rp9,5 juta per semester, termasuk biaya hidup. Beasiswa S1 ini dikelola di bawah Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek. Sementara beasiswa untuk jenjang S2 dan S3 bagi atlet telah lebih dulu dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menjadikan program S1 ini sebagai pelengkap skema dukungan pendidikan bagi atlet di jenjang domestik. Meskipun tahap pertama ini belum mencakup jumlah atlet yang masif, pemerintah berharap jumlah penerima akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.