
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menegaskan komitmen institusinya untuk memastikan bahwa siswa dari lebih dari 500 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dapat melanjutkan pendidikan di Kampus Jaket Kuning. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI bertajuk "Transformasi Sistem Pendidikan Nasional dalam Mewujudkan SDM Unggul" di kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 November 2025.
Prof. Heri Hermansyah, yang dilantik sebagai Rektor UI untuk periode 2024-2029 pada 4 Desember 2024, menjelaskan bahwa kebijakan afirmasi ini akan terus dilanjutkan melalui jalur Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB) UI. Salah satu perubahan signifikan yang diterapkan adalah penghapusan bobot sekolah dalam proses seleksi PPKB. Sebelumnya, sekolah dengan reputasi baik akan mendapatkan skor lebih tinggi, namun kini semua sekolah diperlakukan setara.
Hasil dari kebijakan ini telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemerataan asal siswa. Dari sekitar 82 kabupaten/kota asal siswa yang diterima melalui jalur PPKB sebelumnya, angka tersebut meningkat menjadi 143 kabupaten/kota pada pernyataan bulan Juni 2025 dan bahkan mencapai 360 kabupaten/kota pada tahun 2024. UI berambisi untuk memperluas jangkauan ini hingga mencakup lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia.
Rektor UI juga menggarisbawahi pentingnya dukungan holistik bagi para mahasiswa. Komitmen ini tidak hanya sebatas menerima siswa, tetapi juga memastikan mereka didukung hingga lulus, termasuk bantuan untuk biaya keberangkatan ke kota studi, biaya hidup, biaya kuliah, hingga peluang pasca-studi. Salah satu bentuk dukungan finansial yang tersedia adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, meskipun Prof. Heri mengakui bahwa UI masih menghadapi tantangan kekurangan kuota KIP Kuliah dan terus berupaya meminta tambahan kuota dari Dikti serta Komisi X DPR RI.
Selain itu, Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menambahkan bahwa pemerintah juga menyediakan bantuan melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi pelajar dari daerah 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal), Orang Asli Papua, serta anak pekerja migran Indonesia. Program ADEM ini memungkinkan siswa untuk melanjutkan pendidikan di jenjang SMA/SMK di luar daerah asal mereka, khususnya di Jawa dan Bali, dengan jaminan kelanjutan studi ke pendidikan tinggi. Universitas Indonesia sendiri juga menawarkan program beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk wilayah Papua dan daerah khusus/3T.
Inisiatif ini mencerminkan upaya UI untuk berkontribusi pada pemerataan akses pendidikan tinggi berkualitas di seluruh pelosok Indonesia, sejalan dengan jumlah total kabupaten dan kota di Indonesia yang memang mencapai lebih dari 500.