
Universitas Sahid telah mengeluarkan klarifikasi resmi menyusul beredarnya informasi di media sosial yang mengaitkan institusinya dengan kasus viral kehilangan botol minum (tumbler) di Kereta Rel Listrik (KRL). Pihak kampus secara tegas menyatakan bahwa penumpang KRL yang kehilangan tumbler, Anita Dewi Lestari, bukanlah mahasiswa aktif maupun alumni Universitas Sahid.
Dalam keterangan resminya, Universitas Sahid menegaskan bahwa berdasarkan penelusuran data internal, nama Anita Dewi Lestari memang pernah terdaftar sebagai mahasiswa selama beberapa semester. Namun, ia tidak menyelesaikan studinya di kampus tersebut, sehingga tidak termasuk dalam kategori alumni Universitas Sahid. Klarifikasi ini merujuk pada Surat Keputusan Rektor Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa yang Habis Masa Studi dan Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik pada Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022.
Universitas Sahid mengimbau publik dan media untuk tidak lagi mengaitkan insiden kehilangan tumbler di KRL dengan institusi pendidikan tersebut, demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik yang berpotensi merugikan. Kampus tersebut juga menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang disebutkan dalam pemberitaan viral tersebut.
Kasus kehilangan tumbler merek Tuku di KRL yang melibatkan Anita Dewi Lestari ini sendiri telah menjadi sorotan luas di media sosial sejak diunggah pada akhir November 2025. Insiden ini sempat memicu perdebatan publik dan berujung pada permintaan maaf dari Anita Dewi Lestari dan suaminya, Alvin. Bahkan, insiden ini juga berdampak pada status pekerjaan Anita Dewi di perusahaan tempatnya bekerja.