
Pemerintah Finlandia bergerak untuk mengesahkan undang-undang yang menetapkan persyaratan pendapatan minimum bagi mahasiswa internasional dari luar Uni Eropa (UE) dan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA), sebuah langkah yang diumumkan pada Kamis, 18 Desember 2025, bertujuan merespons meningkatnya kesulitan finansial yang dialami mahasiswa asing. Kebijakan ini juga mempertimbangkan untuk melarang agen pendidikan tidak resmi yang terbukti menyebarkan informasi palsu kepada calon mahasiswa.
Langkah ini menandai pergeseran penekanan dalam kebijakan imigrasi mahasiswa Finlandia, yang sebelumnya cenderung melonggarkan aturan untuk menarik talenta asing. Pada tahun 2022, Pemerintah Finlandia telah mengesahkan peraturan visa baru yang memberikan kemudahan bagi pelajar internasional, termasuk pemberian visa pelajar kategori "A" (berkesinambungan) yang berlaku selama durasi studi dan perpanjangan masa berlaku visa kerja pascastudi menjadi dua tahun. Saat ini, Badan Imigrasi Finlandia (Maahanmuuttovirasto) mewajibkan mahasiswa untuk memiliki setidaknya 800 euro per bulan atau 9.600 euro per tahun di rekening bank mereka untuk menutupi biaya hidup selama studi. Namun, meskipun ada kemudahan ini, investigasi oleh lembaga penyiaran publik Yle menemukan bahwa agen pendidikan pihak ketiga menyebarkan informasi yang menyesatkan tentang kehidupan dan pekerjaan di Finlandia, menyebabkan sejumlah mahasiswa internasional menghadapi kesulitan keuangan parah dan bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup.
Menteri Ketenagakerjaan Finlandia, Matias Marttinen, dalam konferensi pers, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini dimaksudkan untuk menanggapi kesulitan yang semakin meningkat yang dialami oleh mahasiswa asing. Selain persyaratan pendapatan minimum yang akan diatur dalam undang-undang, rencana tersebut juga mengharuskan mahasiswa yang ingin membawa anggota keluarga ke Finlandia untuk menunggu setidaknya satu tahun sebelum mengajukan permohonan reunifikasi keluarga. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan untuk membatasi penggunaan agen pendidikan, hanya mengizinkan agen yang memiliki perjanjian resmi dengan universitas-universitas Finlandia.
Finlandia telah lama menjadi tujuan studi yang menarik, dikenal dengan kualitas hidup tinggi, sistem pendidikan unggul, dan biaya kuliah yang relatif rendah atau bahkan gratis untuk program doktoral dari negara non-UE/EEA. Data terbaru dari Statistics Finland menunjukkan terdapat 22.792 mahasiswa internasional di Finlandia pada tahun 2024. Peningkatan jumlah mahasiswa internasional ini juga dilatarbelakangi oleh target pemerintah Finlandia sebelumnya untuk menarik 100.000 mahasiswa internasional sebelum tahun 2020, mengakui peran penting mereka dalam mengisi kekurangan tenaga kerja, terutama di bidang kesehatan, dan berkontribusi pada perekonomian negara. Kebijakan retensi lulusan internasional telah menjadi fokus, mengingat sebagian besar lulusan asing cenderung bertahan dan berkontribusi pada pasar kerja Finlandia.
Implikasi jangka panjang dari pengetatan regulasi ini berpotensi ganda. Di satu sisi, langkah ini dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa internasional dengan memastikan mereka memiliki dukungan finansial yang memadai, sekaligus melindungi mereka dari praktik agen tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, persyaratan yang lebih ketat mungkin memengaruhi daya tarik Finlandia sebagai destinasi studi, terutama bagi calon mahasiswa dari negara berkembang yang mungkin kesulitan memenuhi ambang batas pendapatan yang lebih tinggi, berpotensi mengurangi keragaman dan jumlah mahasiswa internasional yang penting bagi target tenaga kerja dan inovasi Finlandia. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengukur dampak sebenarnya terhadap daya saing pendidikan tinggi Finlandia di kancah global.