Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IDCamp 2025 Buka Pendaftaran! 100.000 Beasiswa AI Gratis Menanti Anda

2025-12-26 | 16:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T09:59:11Z
Ruang Iklan

IDCamp 2025 Buka Pendaftaran! 100.000 Beasiswa AI Gratis Menanti Anda

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali membuka program Beasiswa IDCamp 2025, menyediakan 100.000 akses belajar gratis di bidang kecerdasan buatan (AI) bagi talenta digital Indonesia. Inisiatif ini dimulai pada 24 September dan akan berlangsung hingga 27 Desember 2025, menargetkan pengembangan keahlian AI guna menjawab defisit talenta digital nasional yang krusial.

Program Beasiswa AI IDCamp 2025, yang diselenggarakan IOH bekerja sama dengan Dicoding sebagai mitra pelatihan, berfokus pada delapan jalur pembelajaran utama dalam dua kategori: AI Development Track dan AI Integration Track. Jalur AI Development mencakup AI Engineer, Generative AI Engineer, MLOps Engineer, dan Data Scientist, sementara AI Integration meliputi AI Android Developer, AI Multi-Platform App Developer, AI Front-End Developer, dan AI Back-End Developer. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan mengikuti kelas bonus di bidang keamanan siber (Cybersecurity) dari Cisco dan otomasi (Automation) dari UiPath. Vikram Sinha, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen perusahaan untuk membekali dua juta talenta dengan kemampuan AI guna memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global.

Kebutuhan akan talenta AI di Indonesia mencapai tingkat urgensi yang tinggi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, pada 17 Desember 2025, menyoroti bahwa Indonesia baru memenuhi sekitar 30 persen dari target 9 juta talenta digital yang dibutuhkan hingga tahun 2030. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan, hingga Juli 2025, jumlah talenta digital di Indonesia baru sekitar 300.000 orang, sementara proyeksi kebutuhan mencapai 11 hingga 12 juta orang, menyisakan defisit hampir 3 juta talenta. Pemerintah, melalui Komdigi, memandang talenta sebagai "mata uang baru" yang menentukan daya saing negara di kancah global. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan pemerintah telah menetapkan lima prioritas dalam strategi pemanfaatan AI nasional, salah satunya adalah pendidikan talenta. Program-program seperti IDCamp sejalan dengan inisiatif pemerintah seperti AI Talent Factory dan elevAIte Indonesia yang menargetkan pelatihan jutaan masyarakat dengan keterampilan AI.

Sejak diluncurkan pada tahun 2019, IDCamp telah memberikan manfaat kepada lebih dari 380.000 penerima beasiswa, dengan 136.000 peserta di antaranya fokus pada bidang AI. Program ini berhasil meluluskan 120.000 talenta digital dan memberikan dampak ekonomi senilai lebih dari Rp 680 miliar. Laporan McKinsey juga menunjukkan 92 persen tenaga kerja terampil Indonesia telah menggunakan AI generatif, melampaui rata-rata global sebesar 75 persen dan Asia Pasifik 80 persen. Hal ini menunjukkan adopsi AI yang cepat di tingkat praktis.

Meskipun demikian, peningkatan adopsi AI juga menimbulkan tantangan. Survei Populix pada Desember 2024 mengungkapkan 62 persen masyarakat Indonesia khawatir pekerjaan mereka akan digantikan oleh AI, karena teknologi dianggap mampu bekerja lebih baik, cepat, dan murah. Kekhawatiran ini menggarisbawahi pentingnya program seperti IDCamp yang tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mempersiapkan tenaga kerja untuk beradaptasi dan berinovasi dengan AI, bukan bersaing melawannya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengidentifikasi ekonomi digital sebagai "mesin ketiga" pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan proyeksi nilai ekosistem digital mencapai 400 miliar dolar AS pada tahun 2030. Pengembangan sumber daya manusia AI menjadi kunci untuk memanfaatkan potensi ekonomi ini.

Inisiatif IDCamp 2025 bertujuan untuk menciptakan talenta yang tidak hanya menguasai teknologi AI, tetapi juga mampu mengintegrasikannya ke dalam berbagai sektor industri, seperti yang ditawarkan melalui jalur AI Integration. Hal ini krusial mengingat laporan Microsoft dan LinkedIn pada Juni 2024 yang menemukan 69 persen pemimpin perusahaan di Indonesia tidak akan merekrut tanpa keterampilan AI, bahkan 76 persen cenderung merekrut kandidat dengan pengalaman kerja lebih sedikit namun mahir menggunakan AI. Dengan kurikulum yang berorientasi industri dan kesempatan sertifikasi global, IDCamp 2025 berupaya memastikan lulusannya siap menghadapi permintaan pasar kerja yang terus berubah.