:strip_icc()/kly-media-production/medias/2846280/original/058735300_1562395380-20190706-Pengecekan-Kelengkapan-Administrasi-Calon-Jemaah-Haji4.jpg)
Embarkasi Haji merupakan fasilitas vital dalam agenda perjalanan ibadah haji tahunan, berfungsi sebagai gerbang utama bagi jemaah sebelum bertolak ke Tanah Suci. Secara sederhana, Embarkasi Haji merujuk pada bandar udara yang ditetapkan beserta asrama haji pendukungnya, yang berfungsi sebagai titik kumpul, pemeriksaan akhir, dan pemberangkatan jemaah haji dari Tanah Air menuju Arab Saudi. Penetapan embarkasi ini melibatkan kesiapan bandar udara dan koordinasi lintas sektor, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Agama (KMA).
Fungsi Embarkasi Haji sangatlah krusial, mencakup berbagai aspek untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan jemaah. Embarkasi menjadi pusat layanan keberangkatan, mulai dari registrasi hingga pengaturan transportasi. Di sini, seluruh dokumen perjalanan haji jemaah, seperti paspor, visa haji, tiket pesawat, dan bukti setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) akan diperiksa secara menyeluruh. Selain pemeriksaan dokumen, embarkasi juga menjadi tempat dilakukannya pemeriksaan kesehatan dan proses karantina, serta pemusatan dan koordinasi jemaah haji yang dikelompokkan berdasarkan kloter. Embarkasi juga berfungsi sebagai pusat proses Custom, Immigration, and Quarantine (CIQ) bagi jemaah. Koordinasi antarinstansi terkait juga menjadi bagian penting dari fungsi embarkasi, di samping penyediaan fasilitas akomodasi dan transisi sebelum keberangkatan. Saat ini, total terdapat 14 Embarkasi Haji di Indonesia, dengan dua maskapai, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, yang melayani jemaah haji Indonesia.
Untuk musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia bersama pihak Arab Saudi telah menjadwalkan rangkaian perjalanan ibadah haji. Rencana perjalanan ibadah haji Indonesia pada tahun 2026 akan dimulai dengan masuknya jemaah ke asrama haji pada tanggal 21 April 2026 atau bertepatan dengan 4 Dzulqa'dah 1447 H. Pemberangkatan jemaah terbagi menjadi dua gelombang. Gelombang I akan diberangkatkan dari Tanah Air menuju Madinah mulai tanggal 22 April 2026 atau 5 Dzulqa'dah 1447 H, dan kemudian memulai perjalanan dari Madinah ke Makkah pada 1 Mei 2026 atau 14 Dzulqa'dah 1447 H. Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I dari Tanah Air ke Madinah dijadwalkan pada 6 Mei 2026 atau 19 Dzulqa'dah 1447 H, sementara akhir pemberangkatan gelombang I dari Madinah ke Makkah adalah 15 Mei 2026 atau 28 Dzulqa'dah 1447 H.
Untuk gelombang II, pemberangkatan jemaah dari Tanah Air menuju Jeddah akan dimulai pada 7 Mei 2026 atau 20 Dzulqa'dah 1447 H. Seluruh pemberangkatan jemaah gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah akan berakhir pada 21 Mei 2026 atau 4 Dzulhijjah 1447 H, yang juga menjadi batas akhir penutupan (closing date) King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah pada pukul 24.00 Waktu Arab Saudi.
Puncak ibadah haji akan dimulai dengan pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Arafah pada 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah 1447 H. Keesokan harinya, 26 Mei 2026 atau 9 Dzulhijjah 1447 H, jemaah akan melaksanakan Wukuf di Arafah. Idul Adha 1447 H akan jatuh pada 27 Mei 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H, diikuti dengan Hari Tasyrik pada 28-30 Mei 2026 atau 11-13 Dzulhijjah 1447 H. Proses pemulangan jemaah juga akan dilakukan dalam dua gelombang. Awal pemulangan gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air dijadwalkan pada 1 Juni 2026 atau 15 Dzulhijjah 1447 H. Sementara itu, akhir pemulangan gelombang II dari Madinah ke Tanah Air akan berlangsung pada 30 Juni 2026 atau 15 Muharram 1447 H. Seluruh rangkaian operasional haji 1447 H/2026 M akan berakhir dengan kedatangan terakhir jemaah haji di Tanah Air pada 1 Juli 2026 atau 16 Muharram 1447 H.