
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis untuk tahun 2026, sebuah inisiatif berkelanjutan yang bertujuan memperkuat kompetensi klinis lanjutan para dokter spesialis di Indonesia. Program ini menawarkan pembiayaan penuh bagi dokter spesialis yang ingin mendalami subspesialisasi di dalam maupun luar negeri, dengan pendaftaran tahap pertama berlangsung dari 1 hingga 12 Januari 2026.
Pembukaan program ini merespons kebutuhan mendesak Indonesia akan pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan subspesialistik. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hingga awal tahun 2024, Indonesia masih kekurangan sekitar 30.000 dokter spesialis untuk mencapai rasio ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 0,28 dokter spesialis per 1.000 penduduk. Ketimpangan distribusi juga menjadi masalah kronis, dengan mayoritas dokter spesialis terkonsentrasi di Pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta, sementara 40 persen rumah sakit umum daerah (RSUD) di berbagai provinsi belum memiliki tujuh dokter spesialis dasar yang esensial.
Beasiswa Fellowship ini dirancang untuk menambah kompetensi dokter spesialis dengan kurikulum dan pencapaian kompetensi sebagian dari subspesialis terkait. Durasi program bervariasi antara 6 hingga 24 bulan untuk tujuan dalam negeri, dan 3 hingga 24 bulan untuk tujuan luar negeri. Calon peserta diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) dokter spesialis yang masih berlaku, serta terdaftar aktif di rumah sakit pengusul. Bagi pendaftar berstatus PNS/TNI/POLRI, surat usulan dari pejabat berwenang juga menjadi syarat mutlak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan pada Mei 2023 bahwa masalah distribusi dokter yang tidak merata telah menjadi tantangan selama 79 tahun dan merupakan fokus pilar ketiga transformasi kesehatan. Program Fellowship ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mengakselerasi pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menegaskan komitmen LPDP dan Kementerian Keuangan dalam mendukung ekosistem kesehatan nasional.
Implikasi jangka panjang dari program ini diharapkan dapat mengurangi antrean panjang pasien untuk mendapatkan pelayanan subspesialis dan meminimalisir kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri. Selain itu, diharapkan terjadi pemerataan akses layanan kesehatan berkualitas tinggi, terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan tenaga medis spesialis. Namun, tantangan tetap ada dalam memastikan penempatan dan retensi lulusan di area-area yang membutuhkan. LPDP mensyaratkan penerima beasiswa untuk berkontribusi di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun setelah selesai studi, termasuk mengikuti program pendayagunaan oleh Kementerian Kesehatan. Kepatuhan terhadap ketentuan ini esensial untuk mencapai tujuan pemerataan layanan kesehatan secara nasional.
Proses seleksi Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis 2026 tahap 1 mencakup seleksi administrasi pada 13–20 Januari, dilanjutkan seleksi substansi pada 2–6 Februari, dengan pengumuman hasil pada 13 Februari. Peserta yang lolos dapat memulai fellowship paling cepat Maret 2026. LPDP telah menjadwalkan pembukaan pendaftaran secara berkala setiap dua bulan sepanjang 2026, dengan tahap selanjutnya pada 1–12 Maret dan 1–12 Mei. Bidang prioritas yang didukung antara lain jantung, stroke, urologi & nefrologi, dan kanker untuk program luar negeri, serta spesialisasi dasar seperti kebidanan dan kandungan, anak, penyakit dalam, anestesiologi, bedah, radiologi, patologi klinik, dan rehabilitasi medik.