Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tangis Haru Gus Ipul di Peresmian Sekolah Rakyat, Prabowo Sigap Memberi Penguatan

2026-01-17 | 15:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T08:01:04Z
Ruang Iklan

Tangis Haru Gus Ipul di Peresmian Sekolah Rakyat, Prabowo Sigap Memberi Penguatan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, tak kuasa menahan haru hingga meneteskan air mata saat menyampaikan sambutan dalam peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi pada Senin, 12 Januari 2026. Momen emosional itu, yang terjadi di lokasi sentral peresmian Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, berujung pada pelukan dan penguatan dari Presiden Prabowo Subianto. Peristiwa ini menandai peluncuran resmi inisiatif pendidikan gratis yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia.

Inisiatif Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian diintegrasikan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Program ini dirancang sebagai intervensi komprehensif yang tidak hanya menyentuh aspek pendidikan formal, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga dan perlindungan sosial. Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat menargetkan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang termasuk dalam desil 1 dan 2 data tunggal sosial ekonomi nasional. Tujuannya adalah agar anak-anak yang memperoleh pendidikan ini mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga mereka, sehingga secara bertahap keluar dari lingkaran kemiskinan.

Latar belakang pendirian Sekolah Rakyat didorong oleh fakta bahwa masih banyak anak dari keluarga miskin yang kesulitan mengakses pendidikan formal secara berkelanjutan. Sekitar 60 persen orang tua siswa yang diterima di Sekolah Rakyat bekerja sebagai buruh, buruh harian lepas, kuli bangunan, buruh tani, buruh nelayan, tukang ojek, pemulung, hingga pekerja sektor informal lainnya. Para siswa ini, yang disebut Presiden Prabowo sebagai "invisible people", seringkali luput dari perhatian dan hidup dalam keterbatasan. Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini merupakan puncak dari pengembangan yang dimulai sejak Juli 2025 dengan 60 sekolah, disusul 37 sekolah pada Agustus 2025, dan 66 titik tambahan pada akhir September hingga awal Oktober 2025.

Saat ini, 166 Sekolah Rakyat tersebut telah menampung 15.954 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga pendidikan. Presiden Prabowo menargetkan bahwa jumlah siswa akan mencapai 30.000 pada akhir tahun 2026, dengan harapan 200 hingga 300 unit Sekolah Rakyat baru dapat dibangun setiap tahun. Kurikulum Sekolah Rakyat dirancang khusus dengan fokus pada pengembangan kecerdasan, keterampilan, dan pembentukan karakter agar lulusan menjadi penggerak perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Program ini juga melibatkan pemberdayaan keluarga melalui pelatihan keterampilan, penguatan usaha produktif, akses permodalan, serta perbaikan tempat tinggal, guna menciptakan dampak jangka panjang dan struktural dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dukungan untuk program ini datang dari berbagai pihak, termasuk Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Pos Indonesia, yang mengindikasikan upaya kolaboratif lintas sektor dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan dan kesejahteraan sosial.