
Universitas Padjadjaran (Unpad) secara resmi membuka pendaftaran International Undergraduate Program (IUP) atau Kelas Internasional Gelombang 1 untuk tahun akademik 2026/2027, mulai 12 Januari hingga 9 Maret 2026, dengan memperkenalkan tiga program studi (prodi) baru guna memperkuat posisi Unpad di kancah global. Penambahan prodi Public Administration, Food Technology, dan Public Relations ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Unpad untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdaya saing global, sejalan dengan kebutuhan pasar kerja dan tren akademik internasional.
Tiga prodi baru tersebut dirancang dengan skema kolaborasi internasional yang ekstensif. Prodi Public Administration menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi terkemuka seperti Sungkyunkwan University Korea, Monash University, Universiti Putra Malaysia, dan Universiti Kebangsaan Malaysia. Sementara itu, prodi Public Relations akan menawarkan program gelar ganda (double degree) bersama Canberra University Australia. Untuk prodi Food Technology, Unpad menggandeng beberapa universitas di Asia, meliputi Universiti Malaysia Terengganu, Chiba University Jepang, Universiti Teknologi MARA Malaysia, Universiti Kuala Lumpur Malaysia, Chengdu University China, dan Fujian Polytechnic Normal University China. Penambahan ini menjadikan total program studi yang tersedia di Kelas Internasional Unpad menjadi 16.
Pendaftaran untuk International Undergraduate Program Unpad dapat diakses melalui laman resmi smup.unpad.ac.id atau admission.unpad.ac.id. Syarat umum yang berlaku bagi calon mahasiswa, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA), mencakup lulusan sekolah menengah atas atau sederajat pada tahun ajaran 2024, 2023, atau 2022. Pendaftar diwajibkan melampirkan catatan akademik lengkap dari semester pertama hingga kelima (khusus WNI) dan sertifikat kemampuan berbahasa Inggris yang sah dari institusi seperti ETS, British Council, atau Duolingo, tanpa batasan skor minimum yang ditentukan. Pelamar dari negara penutur asli bahasa Inggris dikecualikan dari persyaratan sertifikat ini. Seleksi untuk mahasiswa internasional juga dapat didasarkan pada wawancara atau laporan akademis.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, menegaskan bahwa peluncuran prodi baru ini adalah bentuk adaptasi terhadap dinamika kebutuhan masyarakat dan pasar kerja global. "Kami melihat kebutuhan hadirnya program studi di masyarakat, dan kami pun mengevaluasi prodi yang sudah ada saat ini. Untuk tahun ini, program IUP Unpad membuka tiga prodi baru. Program ini terbuka untuk Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penambahan prodi tersebut merupakan salah satu komitmen Unpad dalam menyajikan pendidikan tinggi berdaya saing global. Kepala Kantor Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Prof. Ir. Anas, M.Sc., menyatakan bahwa tidak banyak perubahan signifikan pada prosedur seleksi IUP secara umum, namun terdapat penyesuaian untuk prodi baru.
Langkah ini memperkuat strategi internasionalisasi Unpad yang telah digariskan sejak periode rektor sebelumnya, dengan target masuk dalam jajaran 500 besar perguruan tinggi dunia pada tahun 2024, dan lebih ambisius lagi, Rektor Prof. Arief S. Kartasasmita, yang dilantik pada Oktober 2024 untuk periode 2024-2029, menargetkan Unpad mampu mencapai peringkat 300 besar dunia. Upaya ini melibatkan penguatan kerja sama internasional melalui program gelar bersama (joint degree), gelar ganda (double degree), akreditasi internasional bagi seluruh program studi, serta peningkatan jumlah dosen dan mahasiswa asing. Dengan memperluas pilihan program studi berorientasi global, Unpad berupaya menarik talenta terbaik dari dalam maupun luar negeri, sekaligus menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja internasional.