Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fokus Materi Wajib Tahu TKA SMP 2026 untuk Ujian April

2026-01-23 | 06:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T23:22:33Z
Ruang Iklan

Fokus Materi Wajib Tahu TKA SMP 2026 untuk Ujian April

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), terus menekankan transisi dalam sistem evaluasi pendidikan, bergeser dari ujian berbasis hafalan ke pengukuran kompetensi fundamental. Meskipun persiapan untuk "ujian April mendatang" mungkin memunculkan kekhawatiran akan kisi-kisi materi spesifik Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa SMP tahun 2026, kerangka kerja asesmen nasional yang berlaku menyoroti pentingnya penguasaan literasi dan numerasi sebagai inti dari kesiapan akademik.

Pergeseran ini dimulai dengan penghapusan Ujian Nasional (UN) dan digantikannya dengan Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2021, yang meliputi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. AKM, yang menjadi fokus utama dalam konteks kompetensi akademik, dirancang untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa, bukan menguji penguasaan mata pelajaran spesifik secara mendalam layaknya UN. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, berulang kali menegaskan bahwa tujuan AN adalah memetakan dan mengevaluasi sistem pendidikan secara keseluruhan, bukan menilai individu siswa untuk kelulusan. Data terbaru dari Kemendikbudristek menunjukkan bahwa peningkatan signifikan dalam literasi dan numerasi menjadi prioritas utama, dengan target pencapaian standar kompetensi minimum yang lebih tinggi di setiap jenjang pendidikan.

Sejak diberlakukannya Kurikulum Merdeka, sekolah dan guru didorong untuk lebih fokus pada pengembangan nalar kritis, kemampuan pemecahan masalah, dan kreativitas siswa, sejalan dengan semangat AKM. "Kisi-kisi" dalam konteks ini beralih dari daftar topik pelajaran ke indikator-indikator kemampuan bernalar yang esensial. Misalnya, dalam literasi, siswa diharapkan mampu memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks untuk memecahkan masalah dan mengembangkan kapasitas mereka sebagai warga negara Indonesia dan warga dunia. Sementara itu, numerasi mengukur kemampuan siswa dalam bernalar menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks. Kemendikbudristek telah menyediakan contoh-contoh soal AKM dan kerangka kompetensi yang dapat diakses publik, memberikan panduan bagi guru dan siswa mengenai jenis kemampuan yang akan diukur.

Implikasi jangka panjang dari perubahan paradigma asesmen ini adalah pembentukan ekosistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masa depan. Fokus pada literasi dan numerasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, tetapi juga mempersiapkan siswa SMP dengan fondasi yang kuat untuk menghadapi jenjang pendidikan menengah dan tantangan dunia kerja yang semakin kompleks. Para ahli pendidikan menyarankan agar sekolah tidak terjebak pada persiapan ujian konvensional, melainkan mengintegrasikan pengembangan kompetensi ini ke dalam seluruh proses pembelajaran sehari-hari. Profesor Pendidikan dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Surya Dharma, menyoroti bahwa penguasaan literasi dan numerasi adalah kunci fundamental yang akan menentukan keberhasilan siswa dalam setiap bentuk evaluasi akademik di masa depan, termasuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau bahkan tes kemampuan untuk beasiswa. Ini mengindikasikan bahwa "kisi-kisi" sesungguhnya bagi siswa SMP 2026 terletak pada penguatan kemampuan dasar tersebut, yang relevan secara universal, bukan pada silabus mata pelajaran tertentu yang bersifat temporal.